Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Khauf Dalam Ilmu Tasawuf Yang Penting Dipahami

Untuk memahami Pengertian Khauf Dalam Ilmu Tasawuf kita perlu sekali melihat eksistensinya dari sisi ia sebagai sebuah atau salah satu solusi dari persoalan kehidupan.

Konsep khouf sudah ada sejak Islam datang, sebagai sebuah prinsip akhlak yang wajib dipegang oleh setiap orang yang beriman.

Keberadaan akhlak dalam kehidupan seseorang yang beriman bagaikan air yang akan membuat lahan keimanannya terus tumbuh dalam kesuburan.

Kemudian Khauf muncul sebagai salah satu pupuk organik yang bisa membuat lahan tempat iman bertumbuh menjadi subur dan potensial membuat keimanan itu semakin indah.

Dari intonasinya kita sudah bisa menebak bila kata khauf ini merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti "takut, resah, khawatir atau cemas".

Lalu dalam istilah syari'at "KHOUF" merupakan sikap mental spiritual seorang yang beriman terkait perasaan takutnya kepada Allah swt, khawatir bila pengabdiannya terlalu banyak kekurangan serta perasaan cemas atas setiap perbuatan yang berpotensi siksa.

Pengertian Khauf Dalam Ilmu Tasawuf Yang Penting Dipahami

Orang tidak dikatakan takut hanya karena menangis dan mengusap air matanya, tetapi karena takut melakukan sesuatu yang mengakibatkan ia disiksa karenanya.

Sifat khauf ini muncul disebabkan seseorang telah benar akidahnya (berakidah Islam) yang meyakini keberadaan Allah Swt dan mengenalNya melalui sifat-sifatNya di antaranya adalah Allah Swt yang Maha Wujud, Maha Melihat, Maha Tahu, Maha Mendengar, dan lain sebagainya.

Dengan begitu, karena mengenal Allah Swt dengan baik, dia akan senantiasa merasa diawasi dan akan senantiasa dimintai pertanggungjawaban atas segala yang dia lakukan. Lebih mudahnya berarti semakin sesorang mengenal Allah Swt maka semakin besar pula sifat khauf terhadapNya.

Rasulullah Saw. bersabda dalam hadis beliau yng diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah Ra.:

فَوَ اللهِ إِنِّي لَأَعْلَمُهُمْ بِاللهِ وَ أَشَدُّهُمْ خَشْيَةً
‘’Demi Allah, sungguh aku adalah orang yang paling tahu dengan Allah dan paling takut kepada-Nya.’’(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari paparan di atas, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa khauf harus ada pada diri kita, setiap Mukmin. Untuk mengontrol diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak disukai oleh Allah.

Sebanarnya, ada satu akhlak mulia lagi yang mengikuti khauf yang harus kita miliki, yaitu raja’. Secara bahasa, raja’ berarti harapan/cita-cita; sedangkan menurut istilah ialah bergantungnya hati dalam meraih sesuatu di kemudian hari.

Raja` merupakan ibadah yang mencakup kerendahan dan ketundukan, tidak boleh ada kecuali mengharap hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Baca Juga:


Memalingkannya kepada selain Allah Swt adalah kesyirikan, bisa berupa syirik besar atau pun syirik kecil tergantung apa yang ada dalam hati orang yang tengah mengharap.

Raja’ (harapan/mengharap) tidaklah menjadikan pelakunya terpuji kecuali bila disertai amalan. Raja` tidak akan sah kecuali jika dibarengi dengan amalan.

Oleh karena itu, tidaklah seseorang dianggap mengharap apabila tidak beramal. Amal yang dimaksud adalah bukan maksiat tentunya. Merupakan bentuk penghinaan kepada-Nya jika kita bermaksiat tapi mengharap ridha dariNya.

Khauf dan raja’ ibarat dua mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, keduanya saling mendukung.

Bila keduanya menyatu dalam diri seorang Mukmin, maka akan seimbanglah seluruh aktivitas kehidupannya. Bagaimana tidak, sebab dengan khauf akan membawa dirinya untuk selalu melaksanakan ketaatan dan menjauhi perkara yang diharamkan;

sementara raja` akan menghantarkan dirinya untuk selalu mengharap apa yang ada di sisi Rabb-nya.

Pendek kata dengan khauf (takut) dan raja` (pengharapan) seorang Mukmin akan selalu ingat bahwa dirinya akan kembali ke hadapan Sang Penciptanya (karena adanya rasa takut), disamping ia akan bersemangat memperbanyak amalan-amalan (karena adanya pengharapan).

Mungkin jika kita boleh katakan dengan bahasa kita sekarang ini, khauf dan raja’ adalah “harapharap cemas”. Keterkaitan dua akhlak mulia ini sebagaimana di¿rmankan oleh Allah:

إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ . وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ . وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ . وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ . أُو۟لَٰٓئِكَ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَٰبِقُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun), dan orangorang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." (Qs. al-Mukminun : 57-61)

Berkaitan dengan ayat di atas, ‘Aisyah Ra. pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. apakah mereka itu (yang dimaksud dalam ayat di atas) adalah orang-orang yang meminum khamr, berzina, dan mencuri? Rasulullah menjawab, “Bukan! Wahai putri Ash-Shiddiq. Justru mereka adalah orang-orang yang melakukan shaum, salat, dan bersedekah, dan mereka khawatir tidak akan diterima amalannya. Mereka itulah orangorang yang bergegas dalam kebaikan.” [HR. At-Tirmidzi dari ‘Aisyah].

Ulasan mengenai Pengertian Khauf Dalam Ilmu Tasawuf Yang Penting Dipahami oleh semua kaum muslim ini sangat erat kaitannya dengan pembangunan karakter.

Karakter atau sering kita dengar dalam bahasa arab sebagai akhlak tidak akan lepas dari eksistensi kehidupan setiap manusia didunia ini.

Baik buruknya sipat kehidupan seseorang tidak dilihat dari rasnya sebagai manusia, tetapi lebih dilihat dari karakter dan prilaku hidup kesehariannya. Untuk itulah ilmu tasawuf memperkenalkan berbagai teori mengenai itu prilaku agar setiap orang atau khususnya kaum muslimin bisa lebih jelas memperlihatkan karakter kehidupannya agar tidak tergelincir pada pilihan yang salah.

Demikian ulasan ini, semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bish showab.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Pengertian Khauf Dalam Ilmu Tasawuf Yang Penting Dipahami"

Silahkan Berlangganan Via Email