Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bolehkah Menyebut Rosulullah SAW Pernah Sakit?

Bolehkah Menyebut Rosulullah Pernah Sakit? | Assalamu'alaikum sahabat... dalam postingan kali ini kita akan belajar mengenai sifat-sifat Rosulullah saw. yang salah satunya adalah sifat Jaiz.

Memahami sifat-sifat yang ada pada diri Rosulullah saw. ini sangat penting ya sahabat! karena dengan pemahaman pada hal itu bisa membuat kita belajar bagai mana cara berakhlak sesuai dengan sunnahnya dalam kehidupan ini.

Setidaknya sedikit demi sedikit kita belajar mempraktekannya kedalam kehdiupan kita sehari-hari.

Menyoal kehidupan sehari-hari kita pada saat ini yang harus mau berdiri di tengah penyebaran informasi yang begitu masive dari dunia maya, maka harus disikapi dengan kebijaksanaan.

Penyebaran informasi yang begitu masive itu telah meniscayakan berbagai ilmu pengetahuan sangat terbuka, tak terkecuali pengetahuan mengenai nilai-nilai agama.

Keterbukaan informasi ini membuat banyak orang memilih untuk mendapatkan pengetahuan dengan cara instan lewat media online.

Hal itu sebenarnya sah-sah saja, mengingat semua orang berhak untuk mengambil pengetahuan sebanyak-banyaknya. Disamping itu, sisi positifnya adalah setiap orang memiliki kesempatan untuk mengetahui berbagai disiplin ilmu dengan cara yang mudah.

Tetapi disisi lain, ketika ilmu agama yang memiliki kompleksitas yang tinggi dalam permasalahannya, bila hanya diambil dengan cara seperti itu, sangat rentan dengan kekeliruan dalam penafsiran.

Sehingga, untuk mencegah kekeliruan dalam penafsiran akibat mengambil pemahaman secara online, maka wajib bertabayun secara offline kepada guru-guru yang ahli dibidang itu.

Kemudian, menyikapi yang terjadi pada akhir-akhir ini, dimana banyak yang menerjemahkan kejadian-kejadian lewat agama dengan pemahaman yang keliru. Bahkan menyebabkan terjadinya pergolakan ditengah-tengah umat.


Maka, mengetengahkan kembali dasar-dasar pengetahuan agama juga perlu disampaikan dengan terbuka melalui media online ini. Diantaranya mengenai sifat-sifat Rosulullah saw yang salah satunya dikelompokan kedalam sifat Jaiz.

Alasan mengangkat tema Sifat-sifat Rosulullah dalam postingan ini, didasarkan pada pemahaman penulis mengenai pemberitaan dimedia-media, baik online maupun offline, yang memberitakan hal-hal terkait saling tuduh dengan penodaan agama dikalangan umat Islam sendiri.

Itu tidak baik untuk pendidikan dan pendewasaan umat.

Salah satunya adalah pemberitaan mengenai seorang ulama yang dianggap menodakan agama karena menyebut "Rosulullah saw. REMBESAN" pada saat menyampaikan tausiah disebuah acara pengajian yang kemudian menjadi viral di youtube.

Bolehkah Menyebut Rosulullah SAW Pernah Sakit?

Lalu yang menjadi peratanyaan adalah bolehkan menyebut "Rosulullah saw pernah sakit" atau menyebut "Rosulullah REMBES pada waktu kecilnya" seperti yang disinggung oleh ulama yang disangka menodakan agama itu?

Mari kita belajar Memahami Sifat-Sifat Rosulullah saw terlebih dahulu!


Dalam sebuah kitab klasik yang khusus membahas tauhid "Tijanud Darori" sifat - sifat para Rosul itu dikelompokan kepada 3 kategori.
  1. Wajib
  2. Mustahil 
  3. Jaiz
Wajib berarti sebuah sifat yang mustahil tidak dimiliki para Rosul yang menyampaikan risalah dari Allah swt. 

Para 'ulama dari kalangan salaf telah merumuskan bahwa ada 4 sifat yang wajib ada pada diri para Rosul, termasuk Rosulullah Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wasallama yakni; Shiddiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh.

1. Shiddiq


Seperti yang sudah sahabat ketahui, bahwa Shidiq itu berarti benar. Nah, tidak mungkin ada satu hal kebohongan yang disampaikan oleh para Rosul, termasuk Rosulullah saw.

Ketika seseorang mengi'tikadkan rosul pernah bohong, maka dia telah jelas mengingkari Nabi. 

Allah menggambarkan setiap perkataan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah ayat didalam al-Qur`an;
"Tidaklah ia berbicara dari hawa nafsunya, melainkan apa yang dikatakannya adalah wahyu yang diwahyukan"

Jadi, muthlak adanya bahwa Rosulullah itu benar dalam setiap perbuatan dan ucapannya. Menyakini hal ini merupakan syarat wajib dalam mengimani para Rosul.

2. Amanah

Amanah yang berarti bisa memegang kepercayaan, salah satunya adalah mengemban amanah Allah untuk menyampaikan setiap hal yang diperintahkan untuk menyampaikannya.

Tidak ada satu ayatpun yang terlewat dan ditutupi oleh seorang Nabi, semuanya disampaikan kendati harus berhadapan dengan persoalan yang sangat berat.

Ketika Rosulullah saw diperintahkan untuk menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan Ia harus berhadapan dengan persoalan-persoalan berat yang muncul sebagai reaksi terhadap dakwahnya.

Namun semuanya dilewati dengan penuh kesabaran, demi menjalankan amanah suci sebagai seorang utusan Allah, yang harus menyampaikan ajaran yang akan mempedomani kehidupan manusia agar selamat diakhirat kelak.

Ketika seseorang meragukan pada sipat amanah ini, tentu dia telah mengingkari kebenaran dari seorang Rosul.

Mengingkari kebenaran yang disampaikan oleh Rosulullah, berarti dia telah kufur.

3. Tabligh

Sifat Tabligh yang memiliki arti menyampaikan, telah mengisyaratkan kepada kita bahwa Rosulullah pasti akan menyampaikan segala sesuatu yang perintahkan oleh Allah swt.

Kebenaran yang terdengar manis di telinga manusia awam, hingga kebenaran yang terdengar seperti halilintar bagi mereka. Semuanya disampaikan oleh Rosulullah.

Mustahil Rosulullah menyembunyikan sesuatu dari kebenaran yang harus disampaikan. Karena bila menyembunyikan sesuatu dari apa yang telah diperintahkan, maka disini Rosulullah diartikan tidak amanah lagi.

Oleh karenanya, siapapun yang memiliki anggapan, bahwa Rosulullah telah menyembunyikan sesuatu yang seharusnya disampaikan, maka orang tersebut telah kafir.

4. Fatonah.

Sifat wajib yang terakhir yang harusd dimiliki seorang utusan adalah Fathonah.

Fathonah artinya adalah cerdas dalam segala hal. Ini penting ada pada seorang rosul, karena dalam menyampaikan perintah Allah akan berhadapan dengan berbagai persoalan.

Persoalan kehidupan yang dihadapi manusia, bukanlah persoalan yang spele, tetapi sangat kompleks. Sehingga perlu kecerdasan dalam mengelola permasalahan mereka. Termasuk dalam cara menyampaikan ajaran kebenaran dari Allah.

Sebagai contoh ketika Rosulullah mengambil perjanjian hudaibiyyah, yang menurut para sahabat ini sebuah kerugian. Tetapi, karena kecerdasannya, keputusan yang diambil Rosulullah justru malah menguntungkan umat islam dikemudian hari.

Itulah 4 sifat yang wajib ada pada diri para rosul, siapapun yang mengingkari salah satunya, maka dia telah kafir, karena telah menyatakan diri tidak percaya kepada kebenaran yang disampaikan oleh seorang Rosulullah.


Sifat Jaiz

Jaiz artinya boleh "iya" boleh "tidak" karena dalam sifat jaiz ini prinsifnya adalah relatif. Kemudian yang masuk kepada sifat jaiz yang ada pada para rosul adalah hal-hal dari sifat kemanusiaan.

Oleh karena itu, seperti keumuman manusia, para rosulpun mengalami apa yang dialami oleh manusia lain. Seperti merasa senang ketika dipuji, marah bila ada yang mengganggu, bahkan merasakan sakit dianggota tubuhnya.

Ini harus benar-benar dipahami.

Jadi bila ada ungkapan "rosul pernah sakit kepala" atau "Rosul pernah menangis" dan lain sebagainya ini tidak ada masalah, karena itu merupakan sifat kemanusiaan yang dimiliki oleh para rosul.

Jadi pada intinya bila sesuatu itu menyangkut hal yang jaiz maka tidak ada unsur penodaan didalamnya. Namun apabila menyangkut yang wajib, maka itu jelas telah keluar dari keimanan dan termasuk pada kekufuran.

Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kita kembali pada dasar-dasar agama yang sesungguhnya. Sehingga kita dijauhkan dari kekeliruan dalam menafsirkan setiap penomena yang muncul ke hadapan kita. Wallahu a'lam bish showab.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Bolehkah Menyebut Rosulullah SAW Pernah Sakit?"

Silahkan Berlangganan Via Email