Puasa Asyura: Keutamaan, Niat, Tata Cara, dan Hikmah Besarnya dalam Islam

Daftar Isi

Puasa Asyura merupakan amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Simak niat, tata cara, dalil, dan hikmah puasa Asyura secara lengkap.

Puasa Asyura

Puasa Asyura: Keutamaan, Niat, Tata Cara, dan Hikmah Besarnya dalam Islam

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Bahkan, Rasulullah ï·º menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" atau Bulan Allah. Di antara amalan yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah puasa Asyura, yaitu puasa yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Puasa Asyura memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah ï·º menjelaskan bahwa puasa ini dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Karena itulah, umat Islam di berbagai belahan dunia berlomba-lomba menghidupkan hari Asyura dengan berpuasa dan memperbanyak amal saleh.

Lalu, apa sebenarnya puasa Asyura? Bagaimana niat dan tata caranya? Apa saja hikmah yang terkandung di dalamnya? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Puasa Asyura?

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Kata "Asyura" berasal dari bahasa Arab "Asyarah" yang berarti sepuluh.

Puasa ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan sebelum diwajibkannya puasa Ramadan, Rasulullah ï·º pernah memerintahkan kaum Muslimin untuk berpuasa pada hari Asyura.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dijelaskan bahwa ketika Rasulullah ï·º tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Ketika ditanya alasannya, mereka menjawab bahwa hari tersebut adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.

Mendengar hal itu, Rasulullah ï·º bersabda:

"Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian."

Kemudian beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk ikut berpuasa.

Dari sini dapat dipahami bahwa puasa Asyura bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjalanan para nabi.

Keutamaan Puasa Asyura

1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Keutamaan terbesar puasa Asyura adalah penghapusan dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.

Rasulullah ï·º bersabda:

"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu."

(HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah kepada hamba-Nya. Hanya dengan satu hari berpuasa, seorang Muslim berpeluang mendapatkan pengampunan dosa selama satu tahun.

Namun perlu dipahami bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.

2. Menghidupkan Sunnah Rasulullah ï·º

Setiap amalan yang mengikuti sunnah Rasulullah ï·º akan mendatangkan pahala yang besar. Dengan menjalankan puasa Asyura, seorang Muslim telah meneladani ibadah yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad ï·º.

3. Menjadi Bentuk Syukur kepada Allah

Puasa Asyura juga mengajarkan rasa syukur atas nikmat dan pertolongan Allah. Sebagaimana Nabi Musa AS berpuasa sebagai bentuk syukur atas keselamatan dari Fir'aun, umat Islam pun diajarkan untuk selalu mengingat dan mensyukuri nikmat Allah dalam kehidupan.

4. Menambah Amal Saleh di Bulan Mulia

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah. Melakukan puasa sunnah pada bulan ini memiliki nilai yang sangat istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Keutamaan Puasa Tasu'a Bersama Asyura

Selain puasa tanggal 10 Muharram, Rasulullah ï·º juga menganjurkan puasa pada tanggal 9 Muharram yang dikenal dengan puasa Tasu'a.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

"Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan."

(HR. Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa tujuan berpuasa pada tanggal 9 Muharram adalah untuk membedakan ibadah kaum Muslimin dari kebiasaan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Karena itu, yang paling utama adalah:

  • Puasa tanggal 9 Muharram (Tasu'a)

  • Puasa tanggal 10 Muharram (Asyura)

Sebagian ulama juga menganjurkan menambahkan puasa tanggal 11 Muharram untuk semakin menyelisihi kebiasaan ahli kitab.

Niat Puasa Asyura

Karena puasa Asyura termasuk puasa sunnah, niatnya cukup di dalam hati.

Namun banyak kaum Muslimin yang melafalkan niat sebagai bentuk membantu menghadirkan niat dalam hati.

Niat puasa Asyura:

Ù†َÙˆَÙŠْتُ صَÙˆْÙ…َ عَاشُورَاءَ سُÙ†َّØ©ً Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ تَعَالَÙ‰

Nawaitu shauma 'Asyuraa sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."

Yang terpenting bukan lafaznya, melainkan keikhlasan hati dalam beribadah kepada Allah.

Tata Cara Puasa Asyura

Tata cara puasa Asyura pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya.

1. Berniat Karena Allah

Niatkan puasa semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.

2. Makan Sahur

Meskipun puasa sunnah, sahur tetap dianjurkan karena mengandung keberkahan.

Rasulullah ï·º bersabda:

"Bersahurlah kalian, karena pada sahur terdapat keberkahan."

(HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Mulai terbit fajar hingga terbenam matahari, seorang Muslim menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.

4. Memperbanyak Amal Saleh

Selain menahan lapar dan haus, isi hari Asyura dengan:

  • Membaca Al-Qur'an

  • Berdzikir

  • Bersedekah

  • Memperbanyak doa

  • Menjaga lisan dan akhlak

5. Berbuka Saat Matahari Terbenam

Segerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba sebagaimana sunnah Rasulullah ï·º.

Hikmah Puasa Asyura dalam Kehidupan

1. Mengingat Pertolongan Allah

Kisah Nabi Musa AS mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba yang beriman dan bersabar.

Saat menghadapi berbagai kesulitan hidup, seorang Muslim diingatkan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah.

2. Melatih Kesabaran

Puasa mengajarkan pengendalian diri, kesabaran, dan kedisiplinan. Nilai-nilai ini sangat penting dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.

3. Membersihkan Jiwa

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga sarana penyucian hati dari sifat-sifat buruk seperti amarah, iri hati, dan kesombongan.

4. Momentum Muhasabah

Karena puasa Asyura berada di awal tahun Hijriah, momen ini sangat tepat digunakan untuk melakukan evaluasi diri.

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa saja kesalahan yang telah dilakukan selama setahun terakhir?

  • Sudahkah ibadah kepada Allah ditingkatkan?

  • Sudahkah hubungan dengan sesama manusia diperbaiki?

Muhasabah semacam ini dapat menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Asyura

Dalam masyarakat, terkadang muncul berbagai keyakinan atau amalan yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Beberapa hal yang perlu dihindari antara lain:

  • Menganggap Asyura sebagai hari keramat dengan ritual tertentu yang tidak diajarkan syariat.

  • Mengkhususkan makanan atau tradisi tertentu sebagai kewajiban agama tanpa dalil.

  • Mengabaikan puasa Tasu'a padahal memiliki keutamaan besar.

Seorang Muslim hendaknya berusaha menjalankan ibadah sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah.

Penutup

Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. 

Dengan berpuasa pada tanggal 10 Muharram, seorang Muslim berpeluang mendapatkan penghapusan dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. 

Lebih dari itu, puasa Asyura mengajarkan rasa syukur, kesabaran, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Agar lebih sempurna, umat Islam dianjurkan untuk menggabungkan puasa Asyura dengan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram. 

Selain mengikuti sunnah Rasulullah ï·º, hal ini juga menjadi pembeda antara kaum Muslimin dan ahli kitab.

Mari manfaatkan datangnya bulan Muharram sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. 

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan dan ampunan-Nya.

Baca juga: Artikel lain tentang Sejarah bulan Muharram dan amalan-amalan sunnah di bulan mulia ini hanya di www.aseprois.com.

Posting Komentar