Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Penjelasannya Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Mengapa Muharram disebut Bulan Allah? Simak penjelasan lengkap berdasarkan Al-Qur'an, hadits, dan pandangan ulama tentang keistimewaan Muharram.
Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Penjelasannya Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Ketika memasuki Tahun Baru Islam, umat Muslim di seluruh dunia mulai menyambut datangnya bulan Muharram. Bulan ini bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga termasuk salah satu bulan paling mulia dalam Islam.
Menariknya, Rasulullah ï·º menyebut Muharram dengan sebutan yang sangat istimewa, yaitu "Syahrullah" atau Bulan Allah. Sebutan ini tentu menimbulkan pertanyaan: mengapa Muharram mendapat kehormatan tersebut? Bukankah semua bulan adalah milik Allah?
Artikel ini akan mengupas secara lengkap alasan Muharram disebut Bulan Allah, keutamaannya dalam Islam, serta amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan yang penuh keberkahan ini.
Apa Itu Bulan Muharram?
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Nama "Muharram" berasal dari kata Arab haram yang berarti sesuatu yang dimuliakan atau dihormati.
Sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab sudah mengenal Muharram sebagai bulan yang suci. Mereka mengharamkan peperangan dan berbagai bentuk permusuhan selama bulan ini.
Ketika Islam datang, kemuliaan Muharram tidak dihapuskan, bahkan diperkuat dengan berbagai dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ï·º.
Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram."
(QS. At-Taubah: 36)
Empat bulan haram tersebut adalah:
Dzulqa'dah
Dzulhijjah
Muharram
Rajab
Keempat bulan ini memiliki kedudukan khusus dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah?
Dasar utama penyebutan Muharram sebagai Bulan Allah berasal dari hadits Rasulullah ï·º.
Beliau bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram."
(HR. Muslim)
Dalam hadits tersebut Rasulullah ï·º menggunakan istilah:
Ø´َÙ‡ْرُ اللَّÙ‡ِ الْÙ…ُØَرَّÙ…ُ
(Syahrullah Al-Muharram)
yang berarti "Bulan Allah, yaitu Muharram."
Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran nama Muharram kepada Allah merupakan bentuk penghormatan dan pemuliaan yang luar biasa.
Tidak Semua Bulan Disebut Langsung dengan Nama Allah
Memang benar seluruh waktu adalah milik Allah. Namun dalam bahasa Arab dan syariat Islam, penyandaran sesuatu kepada Allah menunjukkan keistimewaan tertentu.
Sebagai contoh:
Ka'bah disebut Baitullah (Rumah Allah)
Unta Nabi Shalih disebut Naqatullah (Unta Allah)
Masjid disebut Buyutullah (Rumah-rumah Allah)
Begitu pula Muharram disebut sebagai Bulan Allah karena memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi-Nya.
Menurut para ulama, tidak ada bulan lain yang secara tegas disandarkan kepada Allah dalam hadits shahih sebagaimana Muharram.
Inilah salah satu bukti kemuliaan bulan tersebut.
Keistimewaan Muharram Dibanding Bulan Lain
1. Termasuk Empat Bulan Haram
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, Muharram termasuk empat bulan haram.
Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari maksiat dan memperbanyak amal saleh.
Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dilakukan pada bulan haram memiliki dampak yang lebih besar karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan Allah.
Sebaliknya, amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini juga memiliki nilai yang sangat tinggi.
2. Bulan Terbaik untuk Puasa Sunnah
Rasulullah ï·º bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram."
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Muharram merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak puasa sunnah.
Jika Ramadan adalah bulan wajib berpuasa, maka Muharram adalah bulan yang paling dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah.
3. Memiliki Hari Asyura yang Sangat Istimewa
Salah satu hari paling mulia dalam setahun terdapat pada bulan Muharram, yaitu hari Asyura pada tanggal 10 Muharram.
Rasulullah ï·º bersabda:
"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu."
(HR. Muslim)
Keutamaan ini menjadikan Muharram sebagai bulan yang sangat dinanti oleh kaum Muslimin yang ingin memperoleh ampunan Allah.
4. Awal Tahun Hijriah
Muharram juga menjadi pembuka tahun baru dalam kalender Islam.
Karena itu, bulan ini sangat tepat dijadikan momentum untuk:
Muhasabah diri
Memperbaiki ibadah
Meninggalkan kebiasaan buruk
Menyusun target amal selama setahun ke depan
Banyak ulama menyebut Muharram sebagai kesempatan emas untuk memulai "hijrah" menuju kehidupan yang lebih baik.
Hikmah Besar di Balik Penyebutan Bulan Allah
Mengapa Allah memuliakan Muharram dengan kedudukan yang begitu tinggi?
Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik.
Mengingatkan Manusia tentang Kemuliaan Waktu
Sering kali manusia hanya menghargai tempat-tempat tertentu, tetapi melupakan bahwa waktu juga memiliki kemuliaan.
Islam mengajarkan bahwa ada waktu-waktu istimewa yang harus dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Muharram adalah salah satunya.
Mengajak Umat Islam Memulai Tahun dengan Kebaikan
Jika banyak orang memulai tahun baru dengan pesta dan hiburan, Islam mengajarkan cara yang berbeda.
Tahun baru Hijriah seharusnya menjadi momentum untuk:
Memperbanyak ibadah
Bertaubat
Berdoa
Memperbaiki akhlak
Dengan demikian, Muharram menjadi awal yang baik untuk perjalanan spiritual selama setahun ke depan.
Menumbuhkan Rasa Syukur
Kehadiran Muharram mengingatkan kita bahwa Allah masih memberikan kesempatan hidup, beribadah, dan memperbaiki diri.
Tidak semua orang yang hidup tahun lalu masih bisa menyaksikan datangnya Muharram tahun ini.
Karena itu, bulan ini seharusnya menjadi pengingat untuk lebih bersyukur kepada Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Agar dapat memanfaatkan kemuliaan Muharram dengan maksimal, berikut beberapa amalan yang dianjurkan.
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Puasa merupakan amalan yang paling dianjurkan selama Muharram.
Terutama:
Puasa Tasu'a (9 Muharram)
Puasa Asyura (10 Muharram)
Puasa 11 Muharram (sebagai penyempurna menurut sebagian ulama)
2. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Muharram adalah waktu yang tepat untuk membersihkan hati melalui:
Istighfar
Tasbih
Tahmid
Tahlil
Shalawat
3. Membaca Al-Qur'an
Jadikan awal tahun Hijriah sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur'an.
Misalnya dengan:
Menambah target tilawah
Memahami tafsir
Menghafal ayat-ayat baru
4. Bersedekah
Sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai Allah dan bisa menjadi pembuka keberkahan dalam hidup.
5. Muhasabah dan Taubat
Muharram adalah waktu yang sangat tepat untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Tanyakan kepada diri sendiri:
Apakah shalat sudah lebih baik?
Apakah hubungan dengan orang tua sudah membaik?
Apakah masih ada dosa yang belum ditaubati?
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Muharram
Ada beberapa kesalahpahaman yang perlu dihindari.
Menganggap Muharram sebagai Bulan Sial
Sebagian masyarakat masih mempercayai mitos bahwa Muharram adalah bulan yang membawa kesialan.
Keyakinan seperti ini tidak memiliki dasar dalam Islam.
Sebaliknya, Muharram justru merupakan bulan yang sangat mulia dan penuh keberkahan.
Mengkhususkan Ritual Tanpa Dalil
Sebagian tradisi tertentu mengaitkan Muharram dengan ritual yang tidak pernah diajarkan Rasulullah ï·º.
Umat Islam hendaknya berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah dalam menjalankan ibadah.
Penutup
Muharram disebut sebagai Bulan Allah (Syahrullah) karena Rasulullah ï·º sendiri menyebutnya demikian dalam hadits shahih. Penyandaran nama Muharram kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Sebagai salah satu dari empat bulan haram, Muharram menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Mari jadikan Muharram bukan sekadar pergantian kalender, tetapi sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermakna.
Rekomendasi artikel tentang muharram lainnya di www.aseprois.com: Puasa Asyura: Keutamaan, Niat, Tata Cara, dan Hikmah Besarnya dalam Islam untuk melengkapi pemahaman tentang keistimewaan bulan Muharram.

Posting Komentar
Terimakasih