Keutamaan Membaca Subhanallahi wa Bihamdihi 100 Kali Sehari

Daftar Isi

Membaca Subhanallahi wa bihamdihi 100 kali sehari dapat menghapus dosa meskipun sebanyak buih di lautan. Simak keutamaannya menurut hadits shahih.

Keutamaan Membaca Subhanallahi wa Bihamdihi 100 Kali Sehari

Keutamaan Membaca Subhanallahi wa Bihamdihi 100 Kali Sehari

Setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Ada dosa yang dilakukan secara sadar, ada pula yang terjadi karena kelalaian. 

Oleh karena itu, seorang Muslim membutuhkan amalan yang dapat membantu membersihkan dosa-dosa tersebut dan mendekatkannya kepada Allah SWT.

Di antara amalan yang sangat mudah dilakukan tetapi memiliki pahala yang luar biasa adalah membaca dzikir:

Subhanallahi wa bihamdihi

Rasulullah ï·º menjelaskan bahwa dzikir ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan dosa seseorang dapat diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.

Hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Hadits Shahih Tentang Keutamaan Dzikir Ini

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ï·º bersabda:

"Barang siapa mengucapkan 'Subhanallahi wa bihamdihi' seratus kali dalam sehari, maka dihapuskan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan."

(HR. Bukhari No. 6405 dan Muslim No. 2691)

Hadits ini termasuk salah satu hadits dzikir yang paling populer karena menjelaskan pahala yang sangat besar dari amalan yang sangat ringan.

Makna Subhanallahi wa Bihamdihi

Dzikir ini memiliki makna yang sangat mendalam.

Subhanallah

Artinya:

"Maha Suci Allah."

Kalimat ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah dengan menyucikan-Nya dari segala kekurangan.

Allah Maha Sempurna dan tidak memiliki kelemahan sedikit pun.

Wa Bihamdihi

Artinya:

"Dan segala puji bagi-Nya."

Kalimat ini menunjukkan bahwa seluruh pujian yang ada di alam semesta sejatinya milik Allah.

Segala nikmat, rezeki, kesehatan, dan kehidupan berasal dari-Nya.

Dalam satu kalimat pendek, seorang Muslim memadukan tasbih dan tahmid sekaligus.

Mengapa Pahalanya Sangat Besar?

Banyak orang bertanya mengapa dzikir yang hanya terdiri dari beberapa kata memiliki pahala yang begitu besar.

Para ulama menjelaskan bahwa besarnya pahala tersebut disebabkan oleh kandungan tauhid, pengagungan, dan pujian kepada Allah yang terdapat di dalamnya.

Selain itu, hadits ini juga menunjukkan keluasan rahmat Allah.

Allah ingin memudahkan hamba-Nya memperoleh ampunan dan pahala melalui amalan yang sederhana.

Apa Maksud "Dosa Sebanyak Buih di Lautan"?

Ungkapan "buih di lautan" merupakan gambaran jumlah yang sangat banyak.

Ketika Rasulullah ï·º menggunakan perumpamaan ini, beliau ingin menunjukkan betapa luasnya ampunan Allah.

Namun para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam hadits ini adalah dosa-dosa kecil.

Sedangkan dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh dengan memenuhi syarat-syarat taubat, yaitu:

  • Menyesali dosa.

  • Berhenti dari perbuatan dosa.

  • Bertekad tidak mengulanginya.

  • Mengembalikan hak orang lain jika berkaitan dengan sesama manusia.

Keutamaan Membaca Dzikir Ini Setiap Hari

1. Menghapus Dosa

Keutamaan utama yang disebutkan langsung dalam hadits adalah penghapusan dosa.

Setiap hari manusia melakukan banyak kesalahan, baik dalam perkataan, pandangan, maupun sikap.

Dzikir ini menjadi salah satu sebab datangnya ampunan Allah.

2. Menambah Timbangan Amal Kebaikan

Setiap bacaan dzikir akan dicatat sebagai amal saleh yang akan menemani seorang Muslim di akhirat.

3. Mendatangkan Ketenangan Hati

Mengingat Allah akan membuat hati lebih damai dan terhindar dari kegelisahan.

4. Mendekatkan Diri kepada Allah

Dzikir merupakan bentuk komunikasi spiritual antara hamba dan Rabb-Nya.

Semakin sering seseorang berdzikir, semakin dekat hubungannya dengan Allah.

5. Menjaga Lisan dari Perkataan Sia-Sia

Lisan yang sibuk berdzikir akan lebih terjaga dari ghibah, fitnah, dan ucapan yang tidak bermanfaat.

Kapan Sebaiknya Dibaca?

Hadits menyebutkan membaca dzikir ini sebanyak 100 kali dalam sehari.

Waktunya fleksibel dan dapat dilakukan kapan saja, misalnya:

  • Setelah shalat Subuh.

  • Setelah shalat wajib.

  • Saat perjalanan.

  • Ketika menunggu.

  • Sebelum tidur.

  • Saat berjalan kaki atau berolahraga.

Sebagian ulama menganjurkan membacanya pada pagi hari agar lebih mudah menyelesaikan target 100 kali.

Cara Mudah Mengamalkan 100 Kali Sehari

Bagi sebagian orang, angka 100 mungkin terdengar banyak. Namun jika dibagi dalam beberapa waktu, amalan ini sangat mudah dilakukan.

Contohnya:

  • Setelah Subuh: 25 kali

  • Setelah Zuhur: 25 kali

  • Setelah Ashar: 25 kali

  • Setelah Maghrib atau Isya: 25 kali

Dalam hitungan beberapa menit, target tersebut dapat tercapai.

Teladan Rasulullah ï·º dalam Berdzikir

Rasulullah ï·º adalah manusia yang paling banyak berdzikir kepada Allah.

Padahal beliau telah dijamin masuk surga dan diampuni dosa-dosanya. Namun beliau tetap memperbanyak ibadah dan dzikir sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Hal ini menjadi pelajaran bahwa dzikir bukan hanya kebutuhan orang yang banyak dosa, tetapi juga kebutuhan setiap Muslim yang ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Hadits ini mengajarkan bahwa Allah membuka pintu ampunan yang sangat luas bagi hamba-Nya.

Jangan pernah meremehkan amalan yang tampak kecil. Bisa jadi amalan sederhana yang dilakukan secara istiqamah justru menjadi sebab keselamatan seseorang di akhirat.

Rasulullah ï·º mengajarkan bahwa beberapa menit yang digunakan untuk berdzikir setiap hari dapat mendatangkan pahala yang sangat besar dan menghapus dosa yang begitu banyak.

Penutup

Dzikir Subhanallahi wa bihamdihi merupakan salah satu amalan ringan yang memiliki keutamaan luar biasa. 

Rasulullah ï·º menjanjikan penghapusan dosa bagi orang yang membacanya 100 kali dalam sehari, bahkan jika dosa tersebut sebanyak buih di lautan.

Karena itu, jadikan dzikir ini sebagai bagian dari rutinitas harian. Luangkan beberapa menit setiap hari untuk mengingat Allah, memuji-Nya, dan mengharapkan ampunan-Nya. 

Amalan yang sederhana ini bisa menjadi sebab datangnya ketenangan, keberkahan, dan keselamatan di dunia maupun akhirat.

Posting Komentar