Kalimat Dzikir yang Ringan di Lisan, Berat di Timbangan
Ketahui keutamaan dzikir Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'Azhim. Kalimat dzikir yang ringan diucapkan namun sangat berat dalam timbangan amal di hari kiamat.
Kalimat Dzikir yang Ringan di Lisan, Berat di Timbangan
Setiap Muslim tentu menginginkan timbangan amal kebaikannya berat pada hari kiamat.
Namun tidak semua orang menyadari bahwa ada amalan yang sangat mudah dilakukan, tidak memerlukan biaya, tidak menguras tenaga, tetapi memiliki pahala yang luar biasa besar di sisi Allah SWT.
Salah satu amalan tersebut adalah dzikir yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ï·º.
Dzikir ini hanya terdiri dari beberapa kata yang dapat diucapkan dalam hitungan detik, tetapi nilainya sangat besar hingga disebut sebagai amalan yang berat dalam timbangan dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih.
Hadits ini menjadi bukti bahwa rahmat Allah begitu luas. Allah membuka banyak pintu kebaikan yang mudah dilakukan oleh hamba-Nya agar mereka dapat memperoleh pahala yang berlimpah.
Dzikir adalah amalan yang utama bagi seorang muslim.
Hadits Shahih Tentang Dzikir yang Berat di Timbangan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ï·º bersabda:
"Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman adalah:
Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'Azhim." (HR. Bukhari No. 6406 dan Muslim No. 2694)
Hadits ini termasuk salah satu hadits yang paling populer dalam pembahasan dzikir karena menjelaskan tiga keutamaan sekaligus.
Tiga Keutamaan Besar dalam Hadits Ini
1. Ringan Diucapkan oleh Lisan
Keutamaan pertama adalah kemudahannya.
Berbeda dengan ibadah yang membutuhkan tenaga, waktu, atau biaya tertentu, dzikir ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Saat berjalan, bekerja, menunggu antrean, berkendara, atau sebelum tidur, seorang Muslim dapat membacanya dengan mudah.
Inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
2. Berat dalam Timbangan Amal
Pada hari kiamat nanti, seluruh amal manusia akan ditimbang.
Allah SWT berfirman:
"Dan timbangannya pada hari itu ialah kebenaran. Maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-A'raf: 8)
Dzikir yang tampak sederhana ini ternyata memiliki bobot yang sangat besar dalam timbangan amal.
Hal ini menunjukkan bahwa ukuran sebuah amal di sisi Allah tidak selalu ditentukan oleh tingkat kesulitannya, tetapi oleh keikhlasan dan keagungan makna yang terkandung di dalamnya.
3. Dicintai oleh Allah Ar-Rahman
Keutamaan yang paling agung adalah bahwa dzikir ini dicintai oleh Allah SWT.
Setiap Muslim tentu ingin mendapatkan cinta Allah.
Ketika Allah mencintai seorang hamba, maka hidupnya akan dipenuhi keberkahan, petunjuk, dan pertolongan.
Dzikir yang dicintai Allah merupakan amalan yang sangat layak untuk dibiasakan setiap hari.
Makna Subhanallahi wa Bihamdihi
Dzikir pertama adalah:
Subhanallahi wa bihamdihi
"Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya."
Kalimat ini mengandung dua unsur penting:
Mensucikan Allah
Seorang Muslim meyakini bahwa Allah Maha Sempurna dan terbebas dari segala kekurangan.
Memuji Allah
Semua nikmat yang kita rasakan berasal dari Allah sehingga Dia berhak mendapatkan seluruh pujian.
Dalam satu kalimat pendek, terkandung pengagungan dan pujian kepada Allah sekaligus.
Makna Subhanallahil 'Azhim
Dzikir kedua adalah:
Subhanallahil 'Azhim
"Maha Suci Allah Yang Maha Agung."
Kalimat ini menegaskan kebesaran Allah di atas segala sesuatu.
Ketika seseorang mengucapkannya dengan penuh penghayatan, ia sedang mengakui bahwa:
- Allah Maha Besar.
- Allah Maha Kuasa.
- Allah Maha Tinggi.
- Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.
Kesadaran ini membuat hati semakin tunduk dan dekat kepada Allah.
Mengapa Dzikir Ini Sangat Besar Pahalanya?
Para ulama menjelaskan bahwa besarnya pahala dzikir ini disebabkan oleh kandungan tauhid dan pengagungan kepada Allah yang sangat kuat.
Kalimat tersebut mencakup:
- Pensucian Allah dari segala kekurangan.
- Pujian kepada Allah.
- Pengakuan terhadap keagungan Allah.
- Penguatan keimanan dalam hati.
Karena itu Allah memberikan balasan yang sangat besar bagi orang yang membacanya.
Manfaat Membiasakan Dzikir Ini
Menambah Timbangan Kebaikan
Setiap kali diucapkan, dzikir ini menjadi tambahan amal saleh yang akan menemani seseorang di akhirat.
Menenangkan Hati
Mengingat kebesaran Allah membuat hati lebih tenang dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Menguatkan Tauhid
Dzikir ini mengingatkan bahwa hanya Allah yang memiliki kesempurnaan mutlak.
Menghapus Kelalaian
Lisan yang terbiasa berdzikir akan lebih terjaga dari ucapan yang sia-sia.
Mendekatkan Diri kepada Allah
Semakin sering seseorang mengingat Allah, semakin dekat pula hubungannya dengan Sang Pencipta.
Waktu Terbaik Membacanya
Meskipun dapat dibaca kapan saja, beberapa waktu yang sangat dianjurkan adalah:
- Setelah shalat wajib.
- Setelah shalat sunnah.
- Saat dzikir pagi dan petang.
- Ketika menunggu atau bepergian.
- Sebelum tidur.
- Saat merasa gelisah atau sedih.
Dengan membiasakannya setiap hari, seorang Muslim dapat mengumpulkan pahala yang sangat besar tanpa terasa.
Teladan Rasulullah ï·º dalam Berdzikir
Rasulullah ï·º adalah manusia yang paling banyak berdzikir kepada Allah.
Padahal beliau telah dijamin masuk surga dan diampuni dosa-dosanya. Namun beliau tetap memperbanyak dzikir sebagai bentuk syukur dan penghambaan kepada Allah.
Jika Rasulullah ï·º yang paling mulia saja senantiasa berdzikir, maka kita yang penuh kekurangan tentu lebih membutuhkan dzikir dalam kehidupan sehari-hari.
Hadits tentang dua kalimat yang ringan di lisan namun berat dalam timbangan mengajarkan bahwa jalan menuju pahala besar tidak selalu sulit.
Melalui dzikir Subhanallahi wa bihamdihi dan Subhanallahil 'Azhim, seorang Muslim dapat memperoleh amalan yang dicintai Allah, memperberat timbangan kebaikan, serta mendekatkan dirinya kepada Sang Pencipta.
Karena itu, jangan meremehkan dzikir yang tampak sederhana. Bisa jadi kalimat-kalimat pendek yang sering kita ucapkan itulah yang kelak menjadi penyelamat dan pemberat timbangan amal kita di hari kiamat.

Posting Komentar
Terimakasih