Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Detail Penjelasan Yang Berkaitan Dengan Wudlu

Detail Penjelasan Yang Berkaitan Dengan Wudlu - Wudlu merupakan kegiatan mensucikan diri bagi umat muslim sebelum melaksanakan peribadatan dengan cara yang sudah ditentukan, baik ibadah yang wajib atau yang sunnah.

detail penjelasan tentang wudlu

Ritual wudlu merupakan kunci untuk membuka pintu keabsahan sebuah peribadatan dalam Islam, seperti sholat, thowaf, membaca al-qur`an dan lain sebagainya.

Oleh karena itulah setiap orang islam wajib memahami wudlu ini, baik dari sisi praktinya maupun dari sisi pemahaman pada hukumnya. Tentu saja tujuannya adalah agar bisa beribadah sesuai dengan ketentuannya serta berbuah manfaat, juga pahala yang berlipat.

Berikut ini detail informasi pengetahuan yang berkaitan dengan wudlu, jangan lupa untuk membacanya sampai selesai ya, agar semua informasinya bisa terserap.

Alat yang digunakan untuk wudlu

Alat utama untuk berwudlu adalah air yang suci, namun ketika ada kemadlaratan (tidak bisa menemukan air yang suci) maka, dipakailah alat yang ke dua, yaitu; tanah (untuk bersuci dengan cara tayammum).

Untuk melaksanakan wudlu, kita harus memastikan bahwa air yang akan digunakan tergolong air yang bersih serta suci dan mensucikan atau dalam istilah ilmu fiqih sering disebut "thohir muthohir". 

Berikut ini kami sajikan sekilas penjelasan mengenai air yang tidak tergolong kedalam kategori thohir muthohir;

  • Air Musta’mal, yaitu air yang sudah digunakan untuk berwudlu, mandi besar atau yang sudah dipakai untuk menghilangkan najis. Hal ini apabila airnya kurang dari ukuran 2 kulah (kapasitas volume = 55,9 cm3 atau 174,580 Liter air).
  • Air yang sudah sangat berubah dari karakter asalnya (taghayyur katsira) disebabkan tercampur benda suci yang sudah lebur dengan air tersebut (Mukholith). Misalnya air kelapa, dedaunan yang hancur atau yang seumpamanya. 
  • Air yang kurang dari ukuran 2 kulah dan sudah terkena najis (walaupun najis uang mengenainya hanya sedikit dan tidak merubah sifat air tersebut). Seperti air dalam sebuah ember kecil yang terkena percikan darah atau kotoran hewan.
  • Air 2 kulahpun berpotensi tidak bisa digunakan untuk berwudlu, jika air tersebut sudah tercemari dan merubah sifat airnya. Seperti air selokan yang tercampur dengan limbah pabrik.

Khusus untuk air yang sudah mencapai ukuran 2 kulah yang berubah karena sebab al-mujawir (terkena benda yang mudah dibedakan oleh mata telanjang kita, seperti minyak) maka air itu tidak berubah fungsinya dan tetap bisa digunakan untuk bersuci.

Begitu juga perubahan air yang berukuran 2 kulah yang disebabkan bersinggungan dengan benda yang lazim ada di air seperti ganggang, lumpur, garam dan lain sebagainya, ini juga tidak menyebabkan hilangnya fungsi air tersebut untuk bersuci. Jadi tidak perlu ragu menggunakan air seperti ini untuk melaksanakan wudlu.

Kemudian, perlu jadi catatan bahwa menggunakan air panas ketika wudlu hukumnya adalah makruh. Jadi, sebaiknya didinginkan terlebih dahulu hingga pas atau sesuai dengan yang dibutuhkan oleh kulit kita.

Ada 7 jenis air (secara umum) yang bisa digunakan untuk melaksanakan wudlu, yaitu; air laut, air sungai, air sumur, air hujan, air salju, air embun dan air mata air.

Hal-hal yang mewajibkan Wudlu

Wudlu dilaksanakan apabila seseorang dalam keadaan berhadats (hadats kecil). Berikut ini kami sampaikan beberapa penyebab seseorang dalam kondisi berhadats;

  1. Karena keluarnya sesuatu dari kemaluan atau dubur kecuali seperma. Contoh ketika seseorang buang angin atau kencing, maka otomatis dia memiliki hadats kecil. Baik disengaja ataupun tidak disengaja.
  2. Hilang akal karena tidur, gila, mabuk, epilepsi, pingsan dll.
  3. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang sudah baligh dan bukan mahromnya.
  4. Menyentuh kemaluan atau dubur dengan telapak tangan tanpa penghalang, baik milik sendiri atau orang lain.

Rukun wudlu

Rukun wudlu berarti setiap hal yang wajib dilakukan ketika melaksanakan wudlu dan jika terlewatkan maka wudlunya tidak jadi. 

Adapuh hal-hal yang wajib dilakukan ketika wudlu adalah; melafalkan niat dalam hati, membasuh muka, membasuh kedua tangan hingga sikutnya, mengusap kepala, membasuh kedua kaki hingga mata kaki dan memastikan semuanya dilakukan secara berurutan (tertib)


Hal-hal Yang Sunnah dilakukan Dalam Wudlu

Demi memaksimalkan pekerjaan wudlu kita atau dengan kata lain “semoga wudlu kita lebih berkwalitas dihadapanNya”, maka ada hal-hal yang sunnah disertakan dengan persiapan, pelaksanaan dan penutupan wudlu kita. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Menggosok gigi (bersiwak) setelah membasuh/membersihkan kedua telapak tangan kita dan sebelum berkumur.
  2. Membaca basmalah ketika membasuh kedua telapak tangan
  3. Melafadkan niat serta mengulang-ngulang niat tersebut selama melaksanakan wudlu.
  4. Membasuh kedua telapak tangan.
  5. Berkumur dan melakukan istinsyak (menghirup air dengan hidung dan kemudian membuangnya).
  6. Mengulangi basuhan hingga 3 kali untuk setiap anggota wudlu.
  7. Mengusap keseluruhan kepala jika memungkinkan.
  8. Membasuh telinga luar dan dalam
  9. Menyela nyela jemari tangan dan kaki ketika membasuhnya
  10. Mengerjakan setiap basuhan dalam berwudlu secara muwallat (berkesinambungan).
  11. Mendahulukan bagian kanan dari semua anggota wudlu
  12. Memaksimalkan basuhan hingga melewati batas yang diwajibkan.
  13. Tidak meminta tolong orang lain dalam menggunakan air, kecuali madlarat dan tidak bisa dilakukan sendiri.
  14. Jika memakai cincin sunnah digerak-gerakan agar bisa meyakinkan air membasahi seluruh kulit yang ada dibawah cincin.
  15. Memulai basuhan wajah dari atas dan basuhan tangan dan kaki dari jemari.
  16. Membasuh bagian pinggir mata untuk menghilangkan kotoran mata pada umumnya.
  17. Menghadap ke kiblat
  18. Menggunakan air secukupnya
  19. Tidak bicara sewaktu melaksanakan wudlu
  20. Mengakhiri kegiatan wudlu dengan berdoa sambil menghadap kiblat.


Doa Setelah Wudlu

أشْهَدُ أنْ لَا إله إلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ له و أَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ و رَسُوْلُهُ ، أللّهُمَّ إجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَن وَ إجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ. سُبْحَانَكَ اللهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لَا إلهَ إلَّا أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وَ أتُوْبُ إلَيْكَ، وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ  


Praktik Menyempurnakan Wudlu (Isybagh al-wudlu)

Berikut ini adalah cara agar kita termasuk orang yang telah menyempurnakan wudlu sesuai dengan anjuran para ulama fiqih.

  1. Persiapkan air yang cukup kemudian berdiri menghadap kiblat
  2. Membaca basmalah yang diiringkan dengan mencuci kedua telapak tangan.
  3. Menggosok gigi (bersiawak)
  4. Berkumur dan istinsyak
  5. Niat yang dilakukan berasamaan dengan mebasuh wajah pada pertama kalinya.
  6. Membasuh tangan kanan yang dimulai dari jemari hingga melebihi batas sikut seukuran 5 jari, kemudian membasuh tangan kanan dengan cara yang sama.
  7. Mengusap sebagian kepala atau keseluruhannya.
  8. Membasuh telinga kanan dan kiri, baik bagian luar maupun bagian dalamnya.
  9. Membasuh kaki hingga mata kaki dan mendahulukan kaki bagian kanan serta masing masingnya dimulai dari jemari.
  10. Berdoa dengan menghadap kiblat.


Itulah Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Wudlu, semoga menjadi informasi yang bermanfaat khusunya bagi Anda yang sedang mencari referensi pengetahuan tentang wudlu.

Dan tidak lupa kami mengingatkan untuk melakukan chek dan recheck pada tulisan ini dan apabila menemukan kekeliruan mohon kiranya untuk memberi tahukannya kepada kami lewat kolom komentar.


Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Detail Penjelasan Yang Berkaitan Dengan Wudlu"