Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komponen-komponen Dalam Kalender Pendidikan


Komponen-komponen Dalam Kalender Pendidikan - Mungkin Ibu /Bapak Guru yang terhormat sudah tidak asing lagi dengan istilah kalender pendidikan atau sering pula disebut dengan kalender akademik.

Namun, bagi sahabat guru yang baru bergabung didunia pendidikan sekolah nampaknya ada yang perlu penjelasan dari istilah ini.

Kalender pendidikan atau kalender akademik merupakan pola pengaturan waktu yang harus disusun oleh setiap guru, baik disekolah maupun di madrasah.

Dengan menyusun kalender ini guru akan mengetahui berapa pertemuankah ia akan berjumpa dan memeberikan pengajaran kepada siswanya didalam kelas pada setiap satu semesternya.

Dengan begitu guru bisa menentukan ukuran materi yang akan disampaikan selama satu semester dengan efektif, efisien dan terukur guna mencapai target pengajaran yang ditetapkan.

Fungsi Kalender Pendidikan

Dilihat dari fungsinya, kalender pendidikan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu; fungsi secara umum dan fungsi secara khusus.

Kemudian secara umum, kalender pendidikan ini berfungsi untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah maupun madrasah.

Fungsi Kalender Pendidikan secara khusus digunakan sebagai pemetaan untuk mengefisienkan penyusunan Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Dengan begitu setiap program yang disusun akan memiliki keselarasan dengan tujuan rencana belajar yang akan dilakukan.

Baca juga : Download Contoh RPP 1 Lembar Program Merdeka Belajar

Komponen-komponen Dalam Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan dalam penyusunannya harus memenuhi komponen-komponen wajib yang telah ditentukan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ia juga harus dibuat secara terstrukur dan tersusun dengan baik, jangan sampai dibuat asal jadi demi memenuhi persyaratan yang dituntut oleh aturan atau karena mau ada pemeriksaan saja.

Penyusunannya wajib sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dengan memperhatikan komonen sebagai beriku:

1. Awal Tahun Ajaran

Komponen pertama dalam proses penyusunan kalender pendidikan adalah menentukan dimulainnya awal mula tahun pelajaran.

Permulaan untuk tahun pelajaran ini akan menjadi dasar dalam memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada awal tahun.

Dimana setiap satuan pendidikan akan memulai periode ini secara bersamaan.

Selain itu akan ditentukan kapan awal pembelajaran akan dilaksanakan dalam setiap smesternya.

2. Hari Efektif Belajar

Komponen kedua yang wajib ada dalam kalender pendidikan adalah prediksi untuk hari efektif belajar, atau secara umum disebut dengan istilah minggu efektif belajar

dan bagian ini merupakan bagian penting yang menggambarkan proses dari seluruh kegiatan pembelajaran yang akan dijalankan pada ssetiap periode.

Umumnya hari efektif belajar berlangsung antara 34 sampai dengan 38 minggu pada setiap satu tahun pelajarannya.

Dengan begitu, pendidik bisa menyesuaikan setiap program pembelajaran yang akan dilakukannya untuk jangka waktu satu tahun pembelajaran.

3. Pembelajaran Efektif

Komponen ketiga yang wajib ada adalah gambaran pembelajaran efektif.

Dalam penyusunan kalender pendidikan harus memuat gambaran waktu pembelajaran efektif selama satu periode pembelajaran.

Komponen ke-3 ini ditentukan melalui jumlah jam pembelajaran di setiap minggunya.

Secara umumnya, total jam pembelajaran setiap lembaga dalam satu minggu adalah 32 sampai dengan 36 jam.

Dari sinilah seorang guru akan melakukan pengukuran atau memprediksi berapa pertemuankah yang harus dilakukan guna mencapai tujuan setiap materi pelajaran yang disampaikan.

4. Hari Libur

Komponen keempat yang harus bisa terlihat dalam Kalender pendidikan adalah cakupan hari libur dalam satu periode musim pembelajaran.

Tentu saja pada komponen hari libur ini, tidak ada proses kegiatan belajar mengajar (KBM) apapun dalam satuan pendidikan.

Komponen ini ditentukan sesuai dengan faktor-faktor penyebabnya yang muncul dalam satu tahun pembelajaran.

Faktor-faktor itu meliputi hari libur yang baku sesuai ketetapan aturan Nasional, libur khusus yang disesuaikan dengan agenda kegiatan lembaga pendidikan.

Bila dimunculkan dalam gambaran kalender pendidikan akan terbaca sebagai; libur nasional, libur khusus, libur keagamaan, libur akhir tahun, libur tengah semester, libur antar semester dan libur tak terduga.

Setelah kalender pendidikan selesai disusun maka, selanjutnya dia akan digunakan sebagai bahan utama untuk menentukan alokasi waktu pembelajaran selama satu tahun pembelajaran.

Tanpa kalender pendidikan, rencana pengalokasian waktu tidak akan dapat dilakukan.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Komponen-komponen Dalam Kalender Pendidikan"

Silahkan Berlangganan Via Email