Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Hakikat Sifat Baqa’ (Allah Maha Kekal)

Dari 20 sifat yang wajib bagi Allah adalah Sifat Baqa’ (Allah Maha Kekal) dan ditempatkan pada urutan ke-3. Hakikat sifat baqa sebagai penegasan bahwa Allah swt bersifat kekal dan tidak ada akhir bagi wujudnya.

Hakikat Sifat Baqa’ (Allah Maha Kekal)


فَاللهُ مَوْجُوْدٌ قَدِيْمٌ بَاقِيْ # مُخَالِفٌ لِلْخَلْقِ بِاْلإِطْلاَقِ

“Maka Allah SWT ialah Dzat yang bersifat Wujud (Ada), Qadim (tidak ada permulaan-Nya), Kekal, dan berbeda dengan makhluk secara mutlak”

Arti baqa’ secar harfiyah adalah kekal yang menjelaskan bahwa Allah SWT senantiasa ada untuk selamanya dan tidak akan pernah mengalami kebinasaan atau rusak. Dalam al-Qur’an disebutkan:

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

“Semua -makhluk- yang ada di bumi itu pasti binasa. Dan akan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. ar-Rahman: 26-27).

Sebagai Dzat yang Maha Mengatur alam semesta, Allah swt akan selalu wujud selama-lamanya dan tidak akan pernah binasa. Sehingga sifat ini menegaskan bahwa ketergantungan seluruh makhluk kepadaNya akan berlangsung selamanya. Oleh karenanya, kepada-Nya pula seluruh kehidupan ini akan kembali. Firman Allah SWT :

كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. al-Qashash: 88)

Seperti sifat-sifat sebelumnya, bahwa setiap sifat memiliki lawan atau kebalikan dari sifat wajib ini. maka Kebalikan dari sifat baqa adalah sifat Fana’ (فناء) -rusak/hancur, yang berarti mustahil Allah SWT tidak kekal.

Di dalam kitabnya; Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah Syekh Thahir Al-Jazairi mengatakan bahwa salah satu cara untuk memperkuat keimanan atau keyakinan pada sifat baqa’ Allah Swt. adalah sebagai berikut;

ان نعتقد أنّ الله سبحانه وتعالى باق وأن بقائه ليس له نهاية وأنه لايزول اصلا ولايلحقه العدم في وقت من الأوقات

Kita meyakini bahwa Allah Swt. adalah kekal, kekalnya Allah tidak ada akhirnya, Dia pasti selalu ada, dan dia tidak disertai (didahului) tidak ada di suatu waktu dari waktu-waktu yang ada.

Berdasarkan keterangan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa; untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah swt hendaknya meyakini bahwa Allah Swt. memiliki sifat baqa’, tetap, atau kekal. Kekalnya Allah Swt tidak akan ada akhirnya. Berbeda dengan makhlukNya yang pasti mati sebagai akhir dari keberadaanya.

Seluruh jenis hewan pasti mati, manusia pasti akan berakhir dengan mati, tumbuh-tumbuhan juga akan layu dan mati dan seluruh makhluk selain Allah pasti akan hancur dan hilang sesuai waktu yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Sementara Allah Swt akan kekal selamanya, sehingga sifat fana adalah sifat yang sama sekali tidak bisa disematkan kepadaNya (Mustahil)

Allah Swt. akan selalu wujud (ada) dan diperkuat dengan sifat baqa’ yang tidak akan pernah hancur atau berhenti dalam ketiadaan. Berbeda dengan makhlukNya yang tidak selamanya ada dalam kehidupan ini. Semuanya akan hancur dan mati pada waktunya sesuai dengan kehendakNya.

Kemudian seperti yang telah disinggung dalam postingan sebelumnya mengenai pengertian sifat wujud bahawa wujudnya Allah Swt. tidak didahului dengan tidak ada. Berbeda dengan makhlukNya yang keberadaannya pasti didahului dengan ketidakadaaan dan atas kuasa Allah swt menjadi ada.

Kesimpulan;
Dengan penjelasan diatas, maka Allah Swt. wajib memiliki sifat baqa’ yang kekal selamanya. Tidak mungkin mati dan selamanya pasti ada. Oleh karena itu, Allah Swt. Maha Akhir. sebagaimana temaktub dalam Al-Qur’an

  هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Hadid/57: 3). 
Artikel ini diambil dari bergai sumber, dengan tujuan untuk saling mengingatkan dan saling berbagi ilmu pengetahuan. Harapan terbesarnya akan memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi kaum muslim yang kebetulan mampir dan membaca tulisan ini.

Bila ada sesuatu yang keliru dalam tulisan ini, mohon untuk memberikan kritik dan sarannya dikolom komentar, agar kekeluruan itu bisa langsung admin perbaiki. Wallahu a'lam bish showab.

Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Hakikat Sifat Baqa’ (Allah Maha Kekal)"

Silahkan Berlangganan Via Email