Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pondasi Akhlak Yang Penting Dipahami Oleh Umat Manusia

Pada prinsipnya, keistimewaan umat Islam dilihat dari Akhlaknya. Sehingga siapapun penting mengetahui dasar-dasar keilmuan yang menjadi pondasi kokoh untuk menopang akhlaknya.

Dengan begitu, seorang muslim akan memiliki sikap yang jelas dalam kehidupannya. Ia akan mudah mengambil keputusan dalam hal apapun dengan cara yang bijaksana.

Pondasi Akhlak Yang Penting Dipahami

Apa Saja Pondasi Akhlak Yang Penting Bagi Umat Manusia?

Hal-hal yang menjadi pondasi dasar untuk akhlak mulia seorang muslim setidaknya ada 3 macam; I'tiqad, Keilmuan dan Tabi'at.

1. I'tiqad

I'tiqad merupakan keyakinan seseorang mengenai sesuatu. Dan secara syari'at I'tiqad merupakan sesuatu yang erat kaitannya dengan keimanan, baik iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, Para Nabi dan Hari akhir, serta meyakini takdir hidupnya.

Meyakini Allah sebagai Tuhan yang telah menciptakan makhluk beserta keniscayaannya dalam hal ni'mat dan musibah ini merupakan pondasi inti dari I'tiqad yang dimiliki seseorang.

I'tiqad yang positif akan membawa seseorang pada kedewasaan pikir serta kebijakan dalam mengambil sikap dari setiap tindakannya. Dimana akhlak selalu menitik beratkan pada tindakan dan kedewasaan dalam pemikiran.

Beriman kepada Allah swt, berarti meyakini bahwa hanya Dia yang menghidupkan dan menjaga semua makhluk yang ada dialam ini.

Selain itu meyakini bahwa hanya Dia yang maha mengetahui segala sesuatu, termasuk laju waktu dari masa lalu, saat ini hingga masa yang akan datang. 

Dengan i'tiqad seperti ini, seseorang tidak akan merasa bersedih dengan masa lalu yang suram, tidak akan ragu dengan kenyataan saat ini dan tidak akan merasa takut dengan masa depan yang belum pasti dijalani. Akan sebaliknya orang yang tidak jelas dalam i'tikadnya.

I'tiqad yang kuat akan membawa seseorang pada keyakinan bahwa Allah akan mendorongnya kedalam kebaikan dengan perbuatan baiknya, dan Dia pula yang akan menempatkan seseorang pada keburukan jika melakukan perbuatan yang buruk.

Dengan i'tiqad yang kuat, seseorang tidak akan pernah merasa tinggi dengan pemikiran yang dia miliki ketika dia mencapai kesuksesan dalam hidupnya.

Segenap kemampuan yang dimiliki seseorang dengan i'tiqad yang kuat kepada Allah, tidak akan membuatnya terjerumus kedalam kesombongan dan keangkuhan, karena dia sadar bahwa semua itu pada hakikatnya hanyalah titipan Allah swt.

Selain semua itu, i'tiqad yang kuat akan membuat seseorang selalu berhati-hati dan terukur dalam mengambil tindakan yang dilakukan, karena dia sadar betul bahwa apapun yang diperbuatnya akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah swt.

Oleh karena itulah, seseorang akan selalu menjadikan al-Qur`an dan segala halnya yang ada dalam syari'at Islam sebagai landasan untuk setiap amal perbuatan yang dilakukannya. 

Dari sinilah salah satu sebab munculnya Akhlak yang mempesona dari seseorang. Yaitu keyakinan yang kuat kepada Allah dan Rasulnya.

2. Keilmuan

Pada dasarnya keyakinan umat manusia pada kehidupan ini terbagi kedalam 3 kelompok; kelompok pertama tidak meyakini kehidupan setelah kematian, kelompok kedua sebaliknya dan kelompok ketiga akan mengambil keduanya.

Kelompok pertama dalam menjalani kehidupannya akan condong pada segala hal yang bersipat duniawi. Sehingga segala kepentingannya akan diukur sesuai dengan kadar keduniawian. 

Gaya hidup menjadi hal yang paling diutamakan pada kelompok ini. Gengsi dan kasta akan diperjuangkan mati-matian, karena hanya itu akhir dari tujuan hidup mereka.

Sementara kelompok kedua, lebih berorientasi pada kehidupan setelah kematian, sehingga mereka lebih cenderung memilih menjauhkan diri dari kehidupan dunia. 

Jelas ini bertentangan dengan tugas seorang manusia yang diamanahkan untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini.

Mereka lupa, bahwa sebenarnya kehidupan dunia ini adalah jaminan untuk keselamatan dan kebahagiaan kehidupan akhirat. Membuat kemaslahatan dalam kehidupan dunia sama dengan membangun istana kebahagiaan untuk akhirat.

Kelompok ketiga adalah yang tidak mengabaikan dunia dan tidak pula melupakan tujuan mereka untuk kembali kehadapan Allah dengan kemuliaan.

Dari sinilah sikap dan prilaku muncul menjadi karakter dan ciri yang dimiliki oleh masing-masing kelompok. 

Dimanakan posisi Kita?, tentu diri Kita sendiri yang mengentahuinya!

Segala sesuatu dalam lingkup kehidupan dunia ini selalu berdasar pada sebab dan akibat, orang tidak mungkin terjebak dalam gelamor kehidupan duniawi tanpa sebab.

Tidak mungkin juga seseorang meninggalkan hiruk pikuk kehidupan dunia demi mementingkan akhirat saja tanpa sebab yang mengiringinya.

Begitu pula tidak mungkin muncul kesadaran akan pentingnya mengelola kehidupan dunia untuk keselamatan diakhirat, melainkan ada sebab yang mendorongnya.

Salah satu sebabnya adalah keilmuan yang dimiliki. Semakin luas keilmuan seseorang, maka akan semakin luas pula cara dia memandang kehidupan ini. Dan sebalikanya.

Mungkin ini pula yang menjadi alasan Rosulullah saw. menasihati umatnya agar tidak berhenti untuk mencari ilmu disepanjang hidupnya. Karena hanya dengan keluasan ilmu seseorang akan memiliki akal sehat serta pemikiran yang kuat.

Hanya dengan keilmuan yang kuat, seseorang akan mampu memahami hakikat hidup didunia dan kehidupan setelah kematian.

3.Tabiat 

Tabi'at sangat erat hubungannya dengan perilaku manusia. Dimana kebiasaan yang dilakukan merupakan cerminan tabiat yang tumbuh dalam pribadi setiap orang.

Tabi'at bukan sesuatu yang muncul dengan kebetulan, tetapi merupakan akibat dari rangkaian perilaku yang dijalankan secara berulang-ulang.

Tabiat baik, muncul dari kebiasaan melakukan kebaikan. Sebalinya, tabi'at tidak baik muncul dari kebiasaan melakukan hal yang kurang atau tidak baik sama sekali menurut ukuran kemanusiaan.

Semakin seseorang tertempa dengan perilaku yang baik, maka tabi'at baiknya akan semakin tumbuh menjadi identitas dirinya.

Itulah 3 hal yang menjadi landasan dasar untuk membangun akhlak. Pondasi Akhlak Manusia yang telah diperkuat akan melahirkan peilaku yang bijaksana pada seseorang.

Dia akan paham bagaimana cara berakhlak. Baik yang berkaitan dengan akhlak kepada Tuhan, kepada diri sendiri, kepada orang lain dan kepada segala hal yang ada dalam kehidupan ini.

Semoga tulisan sederhana ini bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi banyak orang. Wallahu a'lam bish showab.

Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Pondasi Akhlak Yang Penting Dipahami Oleh Umat Manusia"