Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aswaja dan Pilihan Aqidah Warga NU

Umat muslim di Indonesia pasti sudah akrab dengan Aswaja dan Pilihan Aqidah Warga NU, bahkan semenjak Nahdlatul Ulama itu didirikan pada tahun 1926 yang lalu.

Namun, masih sering juga orang bertanya "Apa arti dari aswaja itu?"

lazada affiliate promot

Dalam kalimat "Ahlussunnah Wal Jamaah" kita akan menemukan 3 suku kata yaitu; ahlun, sunnah dan yang ketiga jamaah. Kemudian dari 3 suku kata inilah istilah dalam bentuk singkatan ASWAJA muncul.

Kata ahlun dalam bahasa Arab ini memiliki beberapa arti diantaranya ia berarti keluarga kemudian dia juga diartikan sebagai pengikut dan diartikan juga sebagai penduduk.

Untuk contoh kata Ahlun dengan makna keluarga, kita sering mendengar istilah Ahlul Bait yang artinya keluarga di dalam sebuah rumah tangga. Inilah salah satu dari makna ahlun.

Yang berikutnya contoh makna kata Ahlun sebagai pengikut kita sering mendengar istilah Ahlussunnah yang artinya pengikut sunnah.

Dan makna Ahlun yang ketiga adalah penduduk contohnya kita sering mengungkapkan Ahlul Jannah yang artinya penduduk surga. 

Itulah secara sederhana mengenai makna pengertian dari kata AHLUN.

Kemudian makna as-Sunnah ini bila kita melihatnya dari beberapa sudut pandang, akan ditemukan 3 hal; yang pertama pandangan menurut secara bahasa, yang kedua pandangan secara syar'i yang ketiga pandangan secara adat atau tradisi.

Secara bahasa as-sunnah memiliki arti jejak dan langkah.

Kemudian secara syar'i as-Sunnah bermakna sebuah langkah atau jejak yang diridhoi dan menjadi pijakan dalam agama yang pernah dijalani oleh Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam atau orang yang menjadi panutan di dalam agama seperti para sahabat dan tabi'in.

Kemudian secara tradisi atau kita menyebutnya 'urf, as-Sunnah ini mengandung makna sebagai ajaran yang disampaikan oleh seseorang tokoh atau seseorang panutan di dalam agama seperti Nabi atau guru spiritual lainnya 

Sedangkan al-Jama'ah bermakna adanya sebuah kebersamaan dalam suatu kelompok. Kata Al-Jama'ah sendiri merupakan kebalikan dari al-firqoh yang berarti terdapat perpecahan golongan.

Imam Al Asy'ari sering disebut sebagai kelompok Al jamaah, karena kelompok ini selalu menjaga kebersamaan dan memelihara kekompakan. Bahkan di saat terjadi perbedaan pandangan atau pendapat dalam kalangan ini 

Tetapi perbedaan pandangan dan pendapat ini tidak sampai menjadikan mereka saling menyalahkan terhadap pandangan masing-masing apalagi saling mengkafirkan. Oleh karenanya mereka menjadi masyhur disebut golongan Al jamaah

Bila kita melihatnya secara khusus, maka Aswaja adalah sebuah kelompok yang memiliki keteguhan dalam keyakinan, keteguhan dalam keimanan, keteguhan dalam menganut ajaran Nabi Muhammad 'Alaihi Sholawatullah wa salamuhu beserta para sahabatnya


Perkembangan Ahlussunnah Wal Jama'ah

Paham Aswaja ini benar-benar telah tersusun secara rapi dan dibukukan dalam berbagai kitab kuning yang ditulis oleh ulama Salaf misalnya Kharidah al-bahiyah terus Matan Sanusiyah kemudian Jawahir al-Kalam, kifayatul Awam, Ummul barohin dan Husun al-hamidiyah.

Pada masa yang telah lalu untuk mendalami lebih fokus lagi tentang Ahlussunah wal jamaah ini telah dilakukan berbagai penelusuran terhadap hadits-hadits yang dinilai valid atau kita istilahkan dengan bisa dipertanggungjawabkan.

Sebab kita tidak menemukan jalan lain untuk bisa memperoleh gambaran secara utuh atas paham keagamaan dalam Islam ini melainkan melalui penelaahan yang mendalam terhadap al-quran dan al-hadits.

Agar lebih mudah kita mengenal golongan Ahlussunnah Wal Jamaah ini, tentunya dalam konteks saat ini. Kyai Haji Hasyim Asy'ari dalam sambutan pembukaan dalam sebuah deklarasi ketika berdirinya organisasi yang kita kenal sebagai Nahdlatul Ulama menandaskan ciri Ahlussunnah Wal Jamaah.

Disebutkan dalam sambutan itu bahwa golongan Ahlussunnah wal jama'ah adalah mereka yang di bidang fiqih mengikuti faham Imam Abi Hanifah, Malik bin Anas, Muhammad bin Idris asy-syafi'i dan Ahmad bin hambal. 

Kemudian di bidang tasawuf golongan Aswaja ini mengikuti ajaran dari Syekh Juned Al Baghdadi dan Imam Ghazali.

Kemudian dalam bidang tauhid golongan Aswaja ini mengikuti Imam Abu Al Hasan Al Asy'ari atau Abu Mansur Al maturidi.

Itulah ciri-ciri golongan Ahlussunah wal jama'ah yang disampaikan oleh Kyai Haji Hasyim Asy'ari. Sekaligus sebagai keputusan muthlak mengenai ajaran yang dianut oleh warga NU, baik dalam aqidah, fiqih maupun tasawuf.

Jadi inilah sekelumit jawaban dari pertanyaan tentang "apa aswaja? dan apa aqidahnya orang NU?"

Semoga bermanfaat dan menjadi wawasan bagi banyak orang Indonesia yang sedang belajar menelaah dan memahami aqidah AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH.

Wallahu a'lam bish showab.

Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Aswaja dan Pilihan Aqidah Warga NU"

Berlangganan via Email