Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Prosesi Sebelum dan Ketika Melaksanakan Sholat Istisqo

Prosesi Sebelum dan Ketika Melaksanakan Sholat Istisqo


Prosesi Sebelum dan Ketika Melaksanakan Sholat Istisqo | Diiringi laju waktu, musim senantiasa silih berganti. Pergantian musim seakan terus menemani kehidupan manusia dimuka bumi ini dengan suasana yang selalu berubah. Mungkin inilah pelajaran yang sedang disampaikan oleh alam, bahwa manusia harus selalu siap menghadapi perubahan dari waktu-kewaktu.

Ketika awal musim penghujan tiba, banyak yang bergembira, terutama para petani, karena dengan hujan mereka bisa memulai bekerja menjemput harapannya lewat bercocok tanam. Sebaliknya, ketika musim kemarau datang, pun menyisakan senyuman bahagia dari mereka yang menjalani pekerjaan dari keberkahan sinar matahari, seperti tukang kerupuk.

Bagaimanapun, perubahan musim adalah sunnatullah yang harus disyukuri oleh semua makhluknya. Karena dengan peubahan musim ini kehidupan manusia dimuka bumi, semakin kaya dengan warna yang melahirkan inovasi dalam setiap langkan hidupnya.

Namun, tiada perubahan yang tidak menyisakan masalah dalam kehidupan ini. Termasuk perubahan musim, selain memberikan harapan, tetapi disisi lain memberikan ancaman dengan beragam permasalahan. Dimusim penghujan, dibanyak tempat telah memaksa orang untuk berhadapan dengan masalah banjir, longsor dan lain sebagainya. Ketika musim kemarau datang, selalu memunculkan masalah kekeringan lahan akibat kelangkaan air.

Khusus mengenai masalah kekeringan akibat kemarau yang berkepanjangan, sebagai muslim dianjurkan untuk memohon agar hujan lekas diturunkan. Ini merupakan salah satu syari'at yang memandu umat menyikapi permasalah yang terjadi akibat musim kemarau.

Ketika dampak masalah dirasa sudah sangat memberatkan akibat terjadinya musim kemarau yang berkepanjangan, Umat Islam diajarkan untuk berdoa dan melaksanakan sholat meminta hujan kepada Allah SWT atau yang dikenal dengan Sholat Istisqo.

Prosesi Sebelum dan Ketika Melaksanakan Sholat Istisqo 

Untuk melaksanakan shalat istisqo, perlu kita ketahui bahwa ada hal yang harus dilakukan sebelum shalat dan ada hal yang dilakukan di dalam shalat dan khutbah. Hal - hal itu dimaksudkan agar doa memohon turun hujan lekas dikabulkan oleh Allah SWT.

Proses Sebelum Shalat

  • Imam menyeru kepada masyarakat untuk besama-sama melakukan taubat dari segala salah dan kekhilpan yang telah dilakukan, memperbanyak bacaan istighfar, mengeluarkan sedekah, menghentikan maksiat dan kezaliman, serta saling memaafkan diantara sesama dengan penuh kerelaan.
  • Jika memungkinkan, sangat dianjurkan juga agar imam beserta masyarakat melaksanakan puasa selama tiga hari sebelum melaksanakan shalat Istisqo. 
  • Lalu pada hari yang keempat setelah melaksanakan puasa, imam dan semua elemen masyarakat bersama-sama menuju lapangan terbukan untuk melaksanakan shalat istisqo. 
  • Imam juga seyogyanya mengingatkan masyarakat agar tidak mengenakan pakaian yang baru dan bagus, tetapi pakaian yang dipakai adalah pakaian yang sehari-hari biasa dipakai.
  • Agar lebih afdhal dianjurkan supaya orang yang sudah berusia tua, anak kecil, serta orang-orang yang lemah secara fisik ikut terlibat dalam prosesi sholat istisqo ini.
  • Jika memungkinkan, bagi yang mempunyai hewan ternak, dianjurkan membawa serta herwan ternaknya menuju lokasi shalat istisqo. Tentu saja dengan asumsi akan bisa menempatkan hewan ternaknya di tempat yang sekiranya tidak mengganggu jamaah.


Proses Shalat dan Khutbah

Berikut ini rangkaian tata cara shalat istisqo dan khutbahnya, yang dinukil dari https://islam.nu.or.id

1. Shalat dua rakaat dengan niat istisqa’. berikut ini adalah lafal niatnya:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا /إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
 
“Aku berniat shalat sunnah minta hujan dua rakaat sebagai makmum (atau imam), karena Allah SWT.”

2. Tata cara shalat istisqa’ mirip seperti shalat id. Yakni; Pada rakaat pertama, melaksanakan takbir 7x sebelum membaca surat al-Fatihah. Pada rakaat kedua, takbir 5x sebelum membaca surat al-Fatihah.

3. Khutbah dua kali (tapi boleh juga sekali) setelah melaksanakan shalat Istisqo. Khutbah ini boleh dilakukan sebelum shalat tetapi tidak utama, sebaiknya dilakukan setelah shalat seperti halnya shalat id. Rukun khutbahnya sama seperti pada rukun khutbah pada umumnya. 

4. Mengawali khutbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali. Mengawali khutbah kedua, khatib membaca istighfar tujuh kali. Bacaan istighfarnya adalah:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

5. Khatib memperbanyak bacaan doa dan istighfar dalam khutbah. Bacaan imbauan beristighfar yang sebaiknya diulang adalah:

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

6. Ketika khatib berdoa, makmum mengangkat tangan sambil mengucap amin.

7. Pada perkiraan dua pertiga khutbah kedua, khatib disunnahkan menghadap kiblat lalu membalik posisi selendang surbannya dari bahu kanan ke bahu kiri dengan posisi terbalik, bagian bawah diletakkan di atas dan bagian dalam diletakkan di luar. Setelah itu kembali meneruskan khutbah.

Dengan mamahami Prosesi Sebelum dan Ketika Melaksanakan Sholat Istisqo diharapkan setiap orang akan melaksanakan ibadah dalam kegiatan istisqo ini lebih khusu dan memaknainya sebagai pelajaran hidup yang diambil dan dijadikan landasan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik pada hari-hari berikutnya.

Wallhu a'lam bish showab.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Prosesi Sebelum dan Ketika Melaksanakan Sholat Istisqo"

Silahkan Berlangganan Via Email