Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Istimewa, Derajat Haji Mabrur Bagi Orang Yang Tidak Pergi Haji

Istimewa, Derajat Haji Mabrur Bagi Orang Yang Tidak Pergi Haji | Setiap orang pasti selalu ingin tampil istimewa didepan orang-orang yang berada disekelilingnya. Demi menjadi istimewa apapun akan dilakukannya, tak terkecuali Anda bukan?!

Makna istimewa pasti berbeda untuk setiap orang, bergantung pada sisi pandang masing-masing. Bisa istimewa dalam penampilan, bisa istimewa dalam karakter ataupun dalam hal yang lain dan yang paling utama bisa istimewa dihadapan Allah swt. Namun intinya, keistimewaan itu adalah segala hal yang terbaik yang ingin dimiliki atau diberikan.

Emph… sejenak pembaca pasti heran dengan dua paragrap awal yang saya tulis, seperti tidak nyambung dengan judul. Betul kan?...

Istimewa, Derajat Haji Mabrur Bagi Orang Yang Tidak Pergi Haji

Dalam tulisan kali ini saya ingin mengajak para pembaca untuk menelaah 2 hal Istimewa dari sisi pandang agama Islam. Dimana 2 hal istimewa ini langsung disampaikan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW :
 “Ada 2 hal yang tidak ada satupun yang lebih istimewa dari keduanya, yakni; Iman kepada Allah dan bermanfaat bagi kaum muslim”
Iman berarti kepercayaan penuh keyakinan kepada Allah swt, sehingga dengan bekal keimanan itu seseorang akan senantiasa termotivasi untuk menjalani hidup sebaik-baiknya, dalam situasi dan kondisi apapun.

Keimanan akan membawa seseorang untuk selalu berpikir positif, karena apapun yang dipikirkannya akan selalu bernaung dalam kalimat “karena Allah semata”. Setiap amal yang dilakukan dengan niatan karena Allah semata sebagai wujud dari ketulusan atau keikhlasan. Dengan ketulusan seseorang bisa menjadi pribadi yang menawan dan cenderung disukai banyak orang.

Rosulullah pernah bersabda dalam sebuah haditsnya;
“Orang yang memulai paginya tidak ada niat untuk mendzolimi kepada siapapun maka akan diampuni dosa yang telah dilakukannya”
Tentunya dosa yang diampuni itu adalah dosa yang berhubungan langsung dengan Allah swt, bukan dosa yang melibatkan orang lain. Karena dosa yang melibatkan orang lain, baru akan diampuni apabila sudah dimaafkan oleh orang yang bersangkutan.

Dalam lanjutan haditsnya Rosulullah bersabda;
“Dan orang yang memulai paginya dengan niat untuk menolong orang yang didzolimi dan memenuhi kebutuhan seorang muslim, maka baginya adalah pahala seperti pahala haji yang mabrur”
Ini merupakan pengajaran yang sangat istimewa mengenai keperdulian terhadap sesama. Dan merupakan salah satu peluang untuk mendapatkan pahala sederajat dengan haji yang mabrur.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Haji yang mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). 
An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119)

Istimewa, Derajat Haji Mabrur Bagi Orang Yang Tidak Pergi Haji

Waw sangat luar biasa! Siapapun bisa mendapat derajat pahala haji mabrur. seorang fakir sekalipun yang tidak memiliki apa-apa, jangankan untuk berangkat haji, untuk makan seharipun masih butuh perjuangan. Tetapi, dengan memiliki hati yang bersih, tidak ada dendam melainkan niatan tulus untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ternyata sudah sederajat dengan orang yang mendapatkan haji mabrur.

Mungkin Inilah hal istimewa namun sering tidak disadari oleh kebanyakan umat muslim. Betapa seorang kepala rumah tangga yang setiap pagi berangkat untuk mencari nafkah bagi Istri dan anak-anaknya, ini menurut penulis sudah masuk ke dalam indicator orang yang mengawali pagi dengan niatan untuk memenuhi kebutuhan seorang muslim.

Dari sini bisa diambil pelajaran, bahwa untuk mendapatkan derajat yang tinggi disisi Allah swt, salah satunya derajat haji mabrur, setiap muslim bisa meraihnya menurut kadar keadaan dan kemampuan yang dimiliki, kendati secara jasad tidak pernah berangkat haji karena kemampuan dlohir yang terbatas.

Namun, jangan berhenti berharap dengan do'a yang kita panjatkan, semoga yang belum disempatkan menuju Rumah Allah untuk berhaji, cepat atau lambat Allah berkenan mewujudkan harapan kita semua untuk bisa melaksanakan ibadah yang sangat istimewa ini. Amiin.

Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Istimewa, Derajat Haji Mabrur Bagi Orang Yang Tidak Pergi Haji"

Silahkan Berlangganan Via Email