Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Dialah yang awal dan yang akhir

Dialah yang awal dan yang akhir | Setiap hal yang wujud dalam kehidupan ini selalu ada awalnya kecuali satu, yakni Allah swt. Sehingga Dia menjadi Tuhan bagi setiap yang wujud.

makna sifat qidam ; dialah yang awal dan yang akhir

Makna Sifat Qidam


Sifat Qidam merupakan sifat yang kedua dari rangkaian sifat yang telah dirumuskan oleh para ulama sebagai sifat yang wajib pada Allah swt. Kemudian menjadi syarat muthlak yang harus diyakini oleh setiap orang yang beriman kepada Allah swt.

Baik dzatNya, sifatNya serta perbuatannya tidak memiliki permulaan seperti makhluk. Oleh karenanya mustahil bagiNya ada awal/permulaan kendati hanya dalam salah satu dari dzat, sifat atau perbuatanNya.

Kebalikan dari qidam adalah Huduts yang berarti baru. Huduts merupakan sifat bagi semua makhluk dan tidak bisa dilekatkan kepada Allah swt. Karena itulah Huduts dimasukan pada salah satu sifat yang mustahil bagiNya.

Secara nalar, apabila Allah swt disifati dengan huduts/baru maka otomatis akan membutuhkan pada yang membarukannya dan yang membarukan selalu lebih hebat dari yang diperbaharuinya. Jika ada yang lebih hebat maka itu akan menghilangkan syarat ketuhan.

Intinya; Jika Allah tidak disifati dengan qidam (terdahulu) maka keberadaanNya adalah baru dan barunya sifat Allah adalah bathil.

DIALAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR

Allah adalah awal dari keberadaan segala yang ada dalam kehidupan ini, juga yang paling akhir tanpa penghujung untuk keberadaanNya.

Ketuhanan bukan sesuatu yang bisa diukur dengan pengetahuna, namun ia hanya bisa dikelola dengan rasa.

Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Dialah yang awal dan yang akhir"

Silahkan Berlangganan Via Email