Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Gusmus | Sikap Berlebihan Penyebab Keadilan Tidak Bisa Diwujudkan

Gusmus | Sikap Berlebihan Penyebab Keadilan Tidak Bisa Diwujudkan - Kerasnya pemilu tahun 2019 ini terlihat dari berbagai hal, misal banyak tokoh ulama yang ditarik-tarik ke ranah politik, ada ijtima ulama yang syarat dengan kepentingan dan hal kecil yang sengaja dibuat menjadi terlihat besar.

Sedikit masalah yang muncul akan menjadi gorengan yang sangat renyah seakan menjadi sangat asik dimainkan untuk membuat dagangan politik lebih laku.

Gusmus | Sikap Berlebihan Penyebab Keadilan Tidak Bisa Diwujudkan

Menanggapi hal itu Gusmus mengemukakan pendapatnya
"Kita belum siap berdemokrasi, kita itu ratusan tahun dijajah. Kemudian mengalami demokrasipun (berbentuk) demokrasi terpimpin. Setelah itu puluhan tahun mandeg lagi, zaman dimana kita harus seragam (tidak boleh berbeda). Lalu ketika kita kemudian mereformasi diri ini, kita menganggap diri kita seperti Amerika sudah siap berdemokrasi. Sedangkan kita itu untuk berbeda saja belum bisa ko, bagai mana mau berdemokrasi kalu berbeda kita nggak bisa?, akhirnya demokrasi menjadi anarki." terangnya
Selain itu gusmus juga mengingatkan bahwa sebenarnya agama ini tidak menyuruh umatnya untuk hidup secara berlebihan dalam segala hal.
"Orang yang beragama itu diminta oleh agamanya untuk tidak bersikap berlebih-lebihan dalam segala hal." ingatnya
Dalam penjelasannya itu diungkit juga bahwa dari mulai hal yang paling biasa seperti makan dan minum agama menganjurkan untuk tidak berlebihan, bahkan dalam beragama sekalipun tidak boleh berlebih-lebihan.
"Anda makan minum tidak boleh berlebih-lebihan. Semua yang berlebih-lebihan ndak boleh. Bahkan beragama itu tidak boleh berlebih-lebihan." tuturnya
Kemudian dalam persoalan menjalin relasi dan persahabatan, Gusmus menjelaskan apa yang pernah di katakan oleh Sahabat Rosulullah saw, yakni Ali ibn Abi Thalib Rodiyallahu 'Anhu yang berbunyi:
أحبب حبيبك هونا ما عسى أن يكون بغيضك يوما ما و أبغض بغيضك هونا ما عسى أن يكون حبيبك يوما ما
“Cintailah orang yang engkau kasihi sekedarnya saja karena boleh jadi kelak engkau akan membencinya. Bencilah orang yang engkau benci juga sekedarnya saja karena boleh jadi kelak dia akan menjadi orang yang engkau cintai”
Sikap berlebih-lebihan adalah penyebab keadilan tidak bisa diwujudkan dengan maksimal dalam kehidupan seseorang dan masyarakat yang lebih luas.
"Sikap berlebihan itu yang membuat kita tidak bisa berpikir adil." Lanjutnya
Terkait pemilu yang akan dilangsungkan ditahun ini, banyak umat yang akhirnya keliru memaknainya, mereka mengira kalau hasil pemilu ini akan langgeng sampai hari kiyamah, padahal ini hanya untuk 5 tahun. Akhirnya terlalu banyak energi yang habis tersia-siakan oleh karena kekeliruan ini. Hal itu dikarenakan sikap berlebih-lebihan tadi dan akhirnya banyak orang yang lupa pada inti sebenarnya.

Untuk mengetahui pesan-pesan Gusmus selengkapnya, Yuk Simak dalam video dibawah ini!


Gusmus | Sikap Berlebihan Penyebab Keadilan Tidak Bisa Diwujudkan

Dari pesan-pesan yang disampaikan Gusmus dalam video diatas kita bisa belajar bahwa siapupun yang menjadi pilihan kita, diharapkan kita itu tidak berlebihan dalam menyukai, membela-bela dan menyuarakannya. Selalu sadar bahwa pemilu ini hanya acar 5 tahunan dan akan bertemu kembali dengan pemilu lainnya.

Jangan menghabiskan energi, apalagi kaula muda yang masih memiliki kesempatan panjang kedepan untuk lebih hebat dalam menciptakan sesuatu, termasuk dalam berpolitik. Jadi tetap berpikir sebagai orang waras agar tidak mengalami kebuntuan dalam memahami keadilan dalam hidup ini.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Gusmus | Sikap Berlebihan Penyebab Keadilan Tidak Bisa Diwujudkan"

Silahkan Berlangganan Via Email