Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Asalnya Ingin Mengobati, Malah Mendapatkan Hidayah Menuju Kebenaran Hakiki

Asalnya Ingin Mengobati, Malah Mendapatkan Hidayah Menuju Kebenaran Hakiki -  Pada masa - masa awal Nabi Muhammad saw, mulai mengajak orang-orang untuk memeluk Islam sebagai pedoman hidupnya, maka pada saat itu pula mulai banyak orang yang memusuhinya.

Asalnya Ingin Mengobati, Malah Mendapatkan Hidayah Menuju Kebenaran Hakiki

Permusuhan mereka bukan permusuhan biasa, tetapi ditunjukan dengan berbagai cara dalam bentuk ancaman dan kecaman secara nyata dan terang-terangan. Berbagai upaya dilakukan untuk melumpuhkan harkat dan derajat rosulullah.

Serangan yang dilontarkan oleh orang yang memusuhi Rosulullah ini tidak hanya sisi fisik saja, tetapi sampai menyerang ranah psikist untuk menjatuhkan dan melemahkan mentalnya.

Melabeli Rosulullah dengan cap Orang Gila pun dilontarkan oleh musuh-musuhnya tanpa menggubris lagi nilai-nilai toleransi yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari kultur penduduk Mekah pada waktu itu.

Hal itu pun diamini oleh sebagian besar penduduk Mekah. Kegilaan itu mereka sepakati, karena orang yang bernama Muhammad telah dengan lancang mengajak mereka untuk meninggalkan ajaran nenek moyang mereka yang selama ini telah mereka yakini.

Opini kegilaan ini pun semakin merebak dan menggema di seantero kota Mekah. Hingga isu miring itu menerobos masuk ke telinga Dhimad Al-Azdi (sang dukun penomenal dari Yaman). Ketika dia datang ke Mekah dia mendengar isu ini sangat kencang.

Sebagai seorang dukun, info hoax ini dia anggap sebagai kenyataan yang dia alami dimekah. Dan ini merupakan kesempatan untuk menaikan pamornya sebagai dukun sakti di kota Mekah.

Diapun berusaha mencari orang yang bernama Muhammad yang sedang di sebut sebagai orang gila oleh penduduk Mekah pada waktu itu. Dia sendiri pada mulanya berniat ingin mengobatinya agar sembuh dari sakit jiwanya.

Al-Azdi adalah dukun yang dikenal oleh penduduk Yaman yang memiliki keajaiban bisa menyembuhkan orang hanya lewat tiupan angin dari mulutnya.

Ketika berhasil menemukan Rosulullah; Al-Azdi pun tidak segan-segan dan langsung menawarkan jasanya untuk melakukan pengobatan kepada Rasulullah. Bila Rosulullah bersedia dan siap, dia akan langsung mempraktekan kemampuannya, yaitu hanya dengan meniupkan angin dari mulutnya.

Namun tawaran itu direspon oleh Rosulullah dengan kesaksiannya akan ajaran tauhid yang sedang didakwahkannya;
“Sesungguhnya pujian itu bagi Allah. Kami memuji dan memohon pertolongan kepada-Nya. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tak seorang pun bisa menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan Allah, tak seorang pun bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Ilah selain Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya,” 
Al-Azdi pun malah takjub mendengar kesaksian yang diucapkan oleh Rasulullah. Dia benar-benar tidak menyangka sedikitpun bila orang yang diisukan sebagai orang gila ini, bisa melontarkan kata-kata yang begitu indah dan membuatnya terkagum-kagum.

Tanpa ragu ataupun segan Al-Azdi pun meminta Rasulullah untuk mengulang kembali apa yang telah dikatakannya barusan. Hingga 3 kali Rasulullah menuruti permintaan Al-Azdi untuk mengulangi kata-kata yang membuat dukun ini terbelalak keheranan.

Dukun yang sudah malang melintang dalam karirnya sebagai dukun sakti ini, merasa bahwa orang ini bukan memerlukan bantuannya untuk diobati, tetapi sebaliknya dia telah memberikan pencerahan yang luar biasa bagi dirinya.
“Berikanlah tanganmu, biar aku berbaiat atas nama Islam,” lanjut Al-Azdi kepada Rasulullah. 
Akhirnya al-Azdi pun menjadi orang yang mengakui Islam sebagai jalan kebenaran. Dukun yang datang dari Yaman ini, menjadi salah satu dari sedikit orang yang menyatakan diri untuk memeluk Islam sebagai jalan hidupnya.
Wallahu a'lam bish showab.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Asalnya Ingin Mengobati, Malah Mendapatkan Hidayah Menuju Kebenaran Hakiki"

Silahkan Berlangganan Via Email