Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siapakah Ahli Tasawuf Itu ?

Mungkin Anda pernah bertanya "Siapakah Ahli Tasawuf Itu?" Pertanyaan ini memang penting untuk dijawab dengan penjelasan yang fokus dan mencerahkan.

Siapakah Ahli Tasawuf Itu

Dari beberapa kitab serta penjelasan para Guru yang pernah saya baca dan saya ikuti pengajiannya, ternyata ada beberapa pendapat yang merupakan pandangan dari para ulama mengenai mereka yang termasuk ahli tasawuf.

Namun sebelum itu, saya kira penting sekali terlebih dahulu kita mengenal dan memahami mengenai tasawuf itu sendiri.

Pengertian
Dari bentuk katanya atau bila kita membaca lafadznya didalam bahasa Arab, maka Tasawuf ini terdiri dari 4 huruf (huruf Arab), yaitu; Ta, Shad, Wau dan Fa (تصوف). Kemudian Syekh Abdul Qadir Al-Jailani didalam kitabnya Sirrul Asror merinci makna dari setiap huruf itu sebagai berikut;
  1. Ta diambil dari kata at-Taubah yang berarti taubat. 
  2. Shad bermakna Shafa yang berarti bersih
  3. Wau bermakna al-Wilayah yang berarti penguasaan
  4. Fa bermakna al-Fana yang berarti lebur

1. Taubah

Pengertian Taubah / taubat menurut Bahasa; at-Taubah diambil dari kata تَوَبَ yang memiliki makna kembali. saya bertobat dari merokok, mengandung arti dia kembali ke tidak merokok.

Kemudian menurut kacamata Syar’i, taubat yaitu meninggalkan semua kegiatan atau amalan yang membuat seseorang berdosa dengan dasar karena takut pada Allâh serta mentaati perintahNya.

Biasanya orang yang sudah bertobat akan menganggap perbuatan maksiatnya di masa lalu disadari sebagai keburukan yang tidak perlu diulangi lagi. selain itu ada tekad yang kuat didalam dirinya untuk tidak kembali mengulang keburukan yang pernah dia lakukan.

Ada dua bentuk taubat yang penting dipahami oleh kita, bahwa taubat itu ada dalam bentuk lahiriah ada pula dalam bentuk batiniah.

Taubat lahiriah adalah kembalinya seseorang dari perbuatan dosa yang sering dilakukan oleh badan lahiriyahnya yang sering terlihat dengan mata kepala semua orang sebagai gambaran dari sifat tercela kepada perbuatan yang memperlihatkan ketaatan kepada Allah swt.

Seperti seseorang yang sering meminum minuman keras kemudian meninggalkannya dan bertekad untuk tidak menyentuhnya lagi, maka itulah salah satu contoh tobat lahiriyah.

Perbuatan maksiat dalam bentuk perbuatan, tindakan dan perkataan maka itulah perbuatan dosa lahiriyah.

Taubat batiniyah adalah kembalinya seseorang dari berbagai rasa iri, dengki, sombong, tamak serta berbagai sifat batin yang berpotensi menentang Allah dengan batinnya kepada ketundukan kepada Allah. Orang yang sudah bertaubat dengan batiniyahnya dia akan muncul sifat ikhlash, tawadhu, rendah hati serta berbagai sifat baik lainnya.

Jiak seseorang telah berhasil menggantikan sifat buruknya baik dalam lahirnya maupun dalam batinnya maka dia telah mencapai derajat taubat yang sebenarnya.

2. Shafa yang berarti bersih

As-Shofa mengandung arti bersih hati dan rasanya. Bersih hati berarti seseorang telah berhasil membersihkan hatinya dari sifat negatif seperti syahwat yang selalu mendorong dia bisa memuaskan segala bentuk nafsunya.

Syahwat hati ini seperti, nafsu makan, minum, tidur, bicara, usaha, cinta dan lain sebagainya yang selalu menuntut lebih dari yang sewajarnya bisa memenuhi kebutuhannya.

Cara membersihkan sifat-sifat buruk dalam hati seperti diatas adalah dengan mendawamkan dzikir melalui bimbingan para ulama. Dalam kelompok torekat biasanya pemula disuruh untuk menyebut Allah dengan lisannya dan di jahrkan sampai apa yang disebut itu sampai kedalam hatinya.
"Sesungguhnya orang beriman itu adalah orang yang apa bila disebut nama Allah, maka bergerarlah hatinya" QS.al-Anfal: 8/02
Getaran hati karena takut kepada Allah itu hanya akan tumbuh apabila hati itu sudah bangun atau sadar dari kelalaian serta telah dibersihkan dari sifat-sifat buruk seperti yang telah disebutkan diatas.

Bersih rasa berarti semakin menjauh dari melihat dan mencintai sesuatu selain didalamnya ia merasakan adanya Allah. Hal itu dicapai dengan membiasakan menyebut asma tauhid dengan lisan batinnya.

Apaila hal menyangkut kebersihan hati dan rasa telah dicapai oleh seseorang maka dia telah menduduki derajat ash-Shofa ini.

3. al-Wilayah yang berarti penguasaan

Al-Wilayah merupakan hasil dari tashfiyatul-qolbi seperti disebutkan didalam al-Qur`an;
"ingatlah! sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada ketakutan pada mereka dan tida pula mereka merasa sedih" QS. Yunus: 62
Inti dari al-wilayah ini adalah seseorang mampu berakhlak dengan sifat-sifat Allah swt.
"berakhlaklah kalian dengan akhlak Allah" al-Hadits
Seseorang akan menerapkan sifat Allah kedalam kehidupan kesehariannya bila dia telah menempatkan kewajaran dari sifat-sifat kemanusiaan yang ada didalam dirinya.
"Jika Aku mencintai seorang hamba, maka aku telah menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangannya, lisannya. Maka, dia akan mendengar, melihat, marah, bicara dan berjalan oleh sebabKu." HR.Bukhori
Maka hendaknya kita membersihkan diri kita dari sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah swt. sampai apa yang menjadi tindakan kita baik lahir maupun batin hanyalah Allah semata yang menjadi tujuan.
"katakanlah! Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap, Sesungguhnya kebathilan itu akan lenyap" QS. al-Isra: 81
Bila seseorang telah berakhlak dengan sifat-sifat Allah serta mengendalikan dirinya untuk tetap berjalan dalam batasan kehidupan yang telah ditetapkan oleh syari'at, maka orang ini telah mencapai maqom al-Wilayah

4. Al-Fana yang bermakna lebur

Al-Fana memiliki makna peleburan diri seorang hamba kedalam sunnatullah. Dimana dia akan mengejawantahkan segala hal didalam dirinya dengan ke-esaan Allah swt.

Sifat ke-EsaanNya adalah sesuatu yang tidak akan pernah sirna seperti sirnanya sifat yang ada pada manusia atau makhluk yang telah diciptakanNya.

Segala sesuatu mengenai manusia dan kemanusiaannya pasti akan sirna. Karena inilah bila seorang hamba telah mengejawantahkan dirinya secara utuh kedalam ke-esaan Allah, maka ia hakikatnya telah kekal dalam keridloanNya.

Dalam pandangan dunia, maka orang yang telah berada di maqom fana akan lurus menjalankan hidupnya didunia tanpa merasa takut, sedih ataupun berbangga hati dengan segala sesuatu yang dia hadapi, dia dapatkan dan dia jalani. Semuanya sama sebagai bagian dari ke-Esaan Allah swt.
"segala sesuatu akan sirna kecuali Allah" QS.al-Qashash:88
Wajhullah yang dimaksud, menurut para ahli Tasawuf adalah keridloanNya. Segala amal perbuatan manusia akan sirna namun keridloan Allah pada amal itu tidak akan pernah sirna, karena itulah ayat ini menegaskan bahwa antara yang meridloi dan yang diridloi sama-sama kekal.

Dari penjelasan diatas kita bisa membuat jawaban mengenai siapakah ahli tasawuf itu?Ahli tasawuf adalah :

  • Mereka yang telah membersihkan lahirnya dari perbuatan yang bertentangan dengan perintah dan anjuran Allah swt.
  • Mereka yang telah membersihkan batinnya dari sifat buruk, sehingga hati dan rasanya selalu memancarkan cahaya ma'rifat dan tauhid.
  • Mereka yang tidak terpengaruh dengan segala sesuatu yang menghampiri kehidupannya. Karena apapun yang mereka lakukan semata-mata dilakukan karena Allah semata.


Wallahu a'lam bish Showab.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Siapakah Ahli Tasawuf Itu ?"

Silahkan Berlangganan Via Email