Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manusia Terancam Bahaya Pencemaran Sampah Mikroplastik

Bahaya pencemaran sampah mikroplastik bagi manusia - Sampah tidak lagi sekedar mengancam didaratan, penemuan bangkai paus sperma di perairan taman nasional wakatobi sulawesi Tenggara telah mengalamatkan bahwa ancaman sampah ini sudah menyerang lautan.

Manusia Terancam Bahaya Pencemaran Sampah Mikroplastik

Didalam perut ikan paus wakatobi ini ditemukan sampah plastik seberat 5,9 kg dan diyakini sampah plastik inilah yang telah mengantarkan paus ini pada kematiannya.

Penomena ini mengingatkan kita terhadap bahaya sampah plastik yang dibiarkan begitu saja bagi kehidupan makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Bahkan bukan sekedar plastik yang kasat mata, para peneliti telah meyakini ada juga ancaman sampah plastik yang tidak tampak yang disebtu dengan mikroplastik.

Baik plastik maupun mikroplastik keduanya sama-sama tidak bisa hancur dalam tubuh biota laut. Makhluk laut banyak menelan mikroplastik ini karena bentuknya yang mirip dengan plankton yang menjadi makanan ikan.

Dari mana plastik tersebut berasal?
Seperti dilansir dari Republika.Com bahwa ada 2 sumber utama yang merupakan asal dari potongan plastik tersebut.
1. Mikroprimer, yaitu plastik yang dihasilkan dari bahan yang dipoduksi oleh manusia dan dipergunakan secara langsung dan biasanya yang sekali pakai
2. Mikrosekunder yang berasal dari serpihan puing plastik yang lebih besar sepertti bagian makroskopik yang membentuk menjadi potongan-potongan kecil dan sebagian besarnya menjadi sampah diperairan laut.

Potongan-potongan plastik yang sangat kecil dari plastik-plastik ini yang memiliki ukuran yang kurang dari 5mm dapat berpotensi mencemari lingkungan yang ada didaratan dan diperairan laut.

Bila mengikuti rantai makanan laut misalnya, mikroplastik ini akan dimakan oleh ikan kecil dilaut, kemudian ikan kecil itu dimakan oleh ikan yang lebih besar dan ikan besar itu dimakan lagi oleh ikan yang lebih besar. Kemudian ikan besar ini ditangkap oleh manusia untuk dikonsumsi, pada akhirnya mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia.

Mikroplastik untuk memberikan dampak kepada tubuh manusia memang tidak langsung seperti halnya ketika dimasuki virus atau bakteri. Tetapi memerluakan waktu untuk berakumulasi sehingga mencapai ukuran tertentu, baru berdampak pada kesehatan manusia.

Berdasarkan laporan PBB pada 2016, tercatat lebih dari 800 spesies hewan terkontaminasi plastik melalui saluran cerna, yang mana data tersebut 69 persen lebih tinggi dibanding catatan pada 1977.

Mikroplastik dengan ukuran yang sangat kecil dapat bertahan didalam tubuh hewan laut dan masuk kedalam sistem jaringan tubuh dari saluran cernanya.

Oleh karena itulah ikan yang tercemari sampah mikroplastik bisa berbahaya bagi tubuh manusia bila terus menerus dikonsumsi. Lantas kemudian apakan manusia harus beralih dari kebutuhan akan nutrisi yang dihasilkan dari hewan laut?..

Sejauh ini belum ada ahli gizi yang menyatakan bahwa tubuh ikan laut sudah mengandung mikroplastik, karena itu baru dugaan. Sementara para ahli ini menyarankan agar prilaku dalam mengolah ikan laut yang akan dikonsumsi harus dirubah, yaitu dengan cara membuang jeroannya sebelum di masak untuk dikonsumsi.

Yang paling penting lagi adalah manusia harus merubah prilaku hidupnya terkait perlakuannya terhadap sampah. Kebiasaan membuang sampah semaunya, inilah yang berdampak pada pencemaran lingkungan, tidak hanya didarat tetapai juga diperairan laut.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Manusia Terancam Bahaya Pencemaran Sampah Mikroplastik"

Silahkan Berlangganan Via Email