Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

M U S I B A H

M U S I B A H


Satu hari setelah hari sumpah pemuda
Air mata kita meleleh duka
Ratusan korban Lion Air JT610 di angkasa
Jatuh dan hancur karena kuasa-Nya
Kita manusia hanya jalani taqdir-Nya

Ribuan anak bangsa merasakannya
Sedih perih dirundung duka
Ucapkan simpati dan peduli di berandanya
Seraya berdoa menggugah masa
Yang meninggal mendapat ampunan-Nya
Yang di tinggalkan tabah dan sabar hatinya

Keluarga korban bersedih teramat sangat
Profesional dan para birokrat
Rakyat biasa dan para pejabat
Pergi bekerja untuk masyarakat
Kini tinggalkan keluarga dan sahabat

Yang tak punya hati tanpa simpati
Musibah dikatakan "ini karena murka Ilahi"
Akibat maksiat meraja lela di sini
Salahkan Presiden Jokowi
Dan juga Banser penjaga ibu pertiwi

Katanya beragama Islam, tapi tak punya perasaan
Katanya punya otak, tapi bodohnya tak ketulungan
Katanya paling Islami, tapi tak punya simpati
katanya paham agama, tetapi tidak seperti manusia
Musibah bukan untuk tertawa dan diolahnya

Musibah musibah lagi ..
Ada baiknya kita semua berintrospeksi
Bukan saling menghakimi
Merasa salah dan terima taqdir Ilahi Rabbi
Hari ini mereka, mungkin suatu hari kita
Hari ini di sana suatu hari di sini juga

Inna lillahi wainna ilaihi raji'un ...
Allohummaghfirlahum warkhamhum
Wa'afihim wa'fu 'anhum
Waj'aliljannata matswahum

Jakarta, 30 Oktober 2018
Ruchman Basori
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "M U S I B A H"

Silahkan Berlangganan Via Email