Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Kualitas Sholat Ada Pada Rukunnya

Kualitas Sholat Ada Pada Rukunnya - Sholat yang baik adalah sholat yang dilaksanakan sesuai dengan aturan hukum yang telah ditetapkan oleh syari'at. Sholat dalam keshohihannya sangat bergantung pada rukun yang dilaksanakan dengan tepat.

Dilihat dari berbagai aspeknya sholat merupakan bagian yang tidak boleh dilupakan dalam ajaran Islam, karena sholat merupakan satu-satunya identitas yang menandakan bahwa seseorang memiliki komitmen untuk menjadi seoerang muslim. Bahkan disisi yang lebih jauh, sholat merupakan identitas pembeda dari orang diluar muslim.

Kualitas Sholat Ada Pada Rukunnya

Untuk membuat sholat seseorang mencapai derajat atau kulitas yang baik, salah satunya adalah dengan memaksimalkan penerapan rukunnya ketika melaksanakan sholat. Oleh karena itu seorang muslim sangat penting mengenal dan memahami semua rukun sholat.

Ada 3 jenis rukun yang dijalankan ketika seseorang melaksanakan sholat. Ketiganya tidak boleh dilewati, karena bila salah satu jenis rukun ini tidak terlaksana maka sholatnya tidak sah dan harus diulang kembali.

Ketiga jenis rukun sholat yang di maksud adalah sebagai berikut;
  1. Rukun qalby (hal yang harus di lakukan oleh hati)
  2. Rukun Qauly (hal yang harus dilakukan oleh lisan dengan cara diucapkan)
  3. Rukun fi’ly (hal yang harus dilakukan anggota tubuh dalam gerakan dan perbuatan)
Mari kita kenali dan pahami satu persatu agar kita bisa menerapkannya kedalam setiap sholat yang kita laksanakan secara benar. Sehingga sholat kita masuk pada sholat yang memiliki kualitas atau setidaknya sholat kita menjadi sah secara hukum, sehingga minimalnya kewajiban sudah terpenuhi.

Rukun qalby (hal yang harus di lakukan oleh hati) ada dua macam
  1. Niat (sesuatu yang diucapkan didalam hati sesuai dengan jenis sholat yang akan dilaksanakan)
  2. Tertib (hati memastikan bahwa susunan rukun gerakan dalam sholat sudah dilakukan secara berurutan)

Rukun Qauly (hal yang harus dilakukan oleh lisan dengan cara diucapkan) terdiri dari 5 macam;
  1. Takbiratul ihram
  2. Bacaan surat Fatihah
  3. Bacaan Tahiyyat akhir
  4. Bacaan Sholawat pada tahiyyat akhir
  5. Bacaan Salam pertama

Rukun fi’ly (hal yang harus dilakukan anggota tubuh dalam gerakan dan perbuatan) terdiri dari 6 macam;
  1. Berdiri tegak
  2. Ruku’
  3. I’tidal
  4. Sujud
  5. Duduk antara dua sujud
  6. Duduk pada tahiyyat akhir

Setelah mengenali macam-macam rukun didalam sholat di atas, maka sangat penting sekali bagaimana cara menerapkannya ketika melaksanakan sholat. Berikut ini adalah penjelasan singkat yang mudah-mudahan bisa tergambarkan dengan baik

1. Berdiri Tegak
  • Tulang belakang dimaksimalkan dalam posisi yang lurus tegak berdiri
  • Posisinya tetap sigap dan tidak bergerak (tidak bergoyang-goyang)
  • Pastikan bahwa berdiri kita benar-benar telah menghadap kiblat.

2. Niat
Sebelum takbiratul ihram baca dulu lafal niat dengan lisan agar bisa menuntun hati melafalkan niat dengan benar ketika takbiratul ihram dimulai. Hal-hal yang harus ada ketika melaksanakan niat adalah sebagai berikut
  • Melafalkan Usholi tujuannya adalah menegaskan kita bahwa perbuatan yang akan dilaksanakan ini adalah sholat bukan yang lain
  • Ta’arodh (Menentukan jenis sholat yang akan dilaksanakan, apakah fardhu atau Sunnah?)
  • Ta’yin (Menentukan sholat dari sisi waktunya, apakah duhur, asar atau yang lainnya)
*Penting di pahami
  • Niat sholat itu hanya ada didalam hati dan dilafalkan didalam hati, bukan dengan lisan
  • Niat dilafalkan oleh hati ketika lisan mengucapkan kalimat الله اكبر (Allahu Akbar) 
  • Jangan sekali-kali mengubah niat, misalkan dari fardu menjadi sunnah atau sebaliknya ketika melafalkan takbiratul ihram. bila tanggung maka lebih baik diulangi.
  • Pastikan sholat yang dilakukan itu adalah "ADA" atau "QODLO" dengan melafalkan "Ada-an atau Qodo-an" (sholat ADA adalah sholat yang dilaksanakan pada waktunya sementara Qodlo adalah sholat yang dilakukan diluar waktunya)

3. Takbiratul Ihram 
Takbiratul Ihram adalah mengucapkan lafadz Allahu Akbar untuk mengawali perbuatan sholat. Sementara lafadz yang di ucapkan ketika berubah posisi namanya adalah Takbirotul Intiqol
  • Takbiratul Ihram Dilakukan pada waktu berdiri ketika akan memulai sholat (bagi orang yang sholat sambil berdiri)
  • Pastikan sudah menghadap kiblat
  • Wajib dengan bahasa Arab dengan lafad yang ditentukan yaitu ALLAHU AKBAR (tidak boleh menggunakan terjemahannya atau lafadz yang lain)
  • Bacaanya harus terdengar, minimal oleh telinga sendiri. Karena takbiratul ihram ini adalah rukun yang wajib diucapkan dengan lisan.
  • Bagi yang melakuakan sholat dengan berjamaah, maka takbiratul ihram dilakukan setelah imam selesai membacakan takbiratul ihramnya.
  • Sementara lisan sedang mengucapkan takbiratul ihram, maka hati folus melafalkan NIAT. karena disaat inilah niat wajib dilafalkan didalam hati.

4. Membaca Surat Al-Fatihah
  • Membaca surat al-Fatihah wajib sesuai urutan ayatnya
  • Bacalah dengan muwalat, yaitu membaca surat al-Fatihah ini tidak boleh terputus-putus karena terhalang oleh dzikir yang lain kecuali waqof.
  • Maksimalkan makhroj huruf (tempat keluar huruf) dan tasydid sesuai kemampuan yang telah dipelajari masing-masing.
  • Semua ayat al-Fatihah harus dibaca termasuk didalamnya adalah basmallah.
  • Bacaannya harus terdengar oleh telinga sendiri.
*Penting
  • Ketika sholat berjamaah dalam mazhab Syafi'i, Makmum berkewajiban membaca Alfatihah. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
  1. Mengikuti bacaan imam setiap imam selesai membaca 1 ayat
  2. Setelah bacaan Al fatihahnya Imam selesai seluruhnya Baru makmum membaca surat al-fatihah. Sehingga Imam dianjurkan memberikan waktu sebentar bagi makmum untuk menyelesaikan al fatihahnya, Baru setelah itu melanjutkan ke bacaan surat lain. Hal itu dimaksudkan agar makmum bisa fokus dalam pembacaan surah berikutnya yang dibaca oleh imam.  
  • Sedangkan Mazhab lainnya berpendapat Al fatihahnya makmum sudah ditanggung oleh Imam.

Selengkapnya silahkan baca:

Dengan mengenal dan memahami cara mempraktikan rukun sholat ini, kita bisa berharap semoga sholat yang kita lakukan masuk kedalam bagian dari sholat yang berkualitas disisi Allah SWT.
Wallahu a'lam Bish Showab.

Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Kualitas Sholat Ada Pada Rukunnya"

Silahkan Berlangganan Via Email