Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengungkap Kebenaran Yang Hendak Disembelih Oleh Nabi Ibarahim AS

Mengungkap Kebenaran Yang Hendak Disembelih Oleh Nabi Ibarahim AS - Iedul Adha 2018 sebentar lagi akan tiba. Hari raya ini sangat dinanti oleh kaum muslim di dunia. Khususnya kaum fakir dan kalangan du'afa di hari raya ini akan merasakan manfaatnya lebih dalam dari pada kalangan berada.

Mengungkap Kebenaran Yang Hendak Disembelih Oleh Nabi Ibarahim AS

Kaum muslimin sudah sangat meyakini, bahwa dibalik idul Adha ada peristiwa luar biasa yang berupa ujian paling berat yang dibebankan kepada Nabi Ibrahim AS.

Nabi Ibrahim AS mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail AS sebagai pengorbanan yang harus dipersembahkan kepadaNya. Kemudian pada akhirnya Allah menggantikan sembelihannya dengan seekor Domba.

Mengenai orang yang hendak di sembelih oleh Nabi Ibrahim ini, sebenarnya sudah menjadi akidah umat muslim sedunia tanpa ada pertentangan dan tidak akan bisa di ganggu gugat sedikitpun.

Namun, penting juga untuk diketahui oleh umat muslim, bahwa peristiwa ini tidak hanya diyakini oleh umat Islam, tetapi umat kristen dan yahudipun sama sama mempercayai peristiwa ini. Sehingga ada yang berpendapat bahwa yang disembelih itu adalah Nabi Ishaq AS.

Pendapat itu sebenarnya tidak termasuk pada rdanah akidah umat Isalam, Namun, sedikitnya bisa mempengaruhi pemahaman umat muslim bila tidak mengungkap kebenarannya melalui al-qur`an. Karena peristiwa ini melibatkan 2 kitab suci yaitu al-qur`an dan bibel.

Berikut ini adalah pandangan yang bisa kita gali dari al-qur`an mengenai siapa yang hendak di sembelih oleh Nabi Ibrahim AS. Hal tersebut teredapat pada QS aSh-Shaffat ayat 100-113
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ  الصّٰلِحِيْنَ
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh." QS. As-Saffat: Ayat 100]

فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail). [QS. As-Saffat: Ayat 101]

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْۤ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْۤ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰى  ؕ  قَالَ يٰۤاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ  ۖ   سَتَجِدُنِيْۤ اِنْ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar." [QS. As-Saffat: Ayat 102]

فَلَمَّاۤ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِ ۚ
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).  [QS. As-Saffat: Ayat 103]

وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰۤاِبْرٰهِيْمُ ۙ
Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim! [QS. As-Saffat: Ayat 104]

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا   ۚ  اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. [QS. As-Saffat: Ayat 105]

اِنَّ  هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰٓؤُا الْمُبِيْنُ
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. [QS. As-Saffat: Ayat 106]

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. [QS. As-Saffat: Ayat 107]
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, [QS. As-Saffat: Ayat 108]

سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
"Selamat sejahtera bagi Ibrahim." [QS. As-Saffat: Ayat 109]

كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. [QS. As-Saffat: Ayat 110]

اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. [QS. As-Saffat: Ayat 111]

وَبَشَّرْنٰهُ  بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. [QS. As-Saffat: Ayat 112]

وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَ  ؕوَ مِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ
Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. [QS. As-Saffat: Ayat 113]

Dalam menafsirkan ayat diatas para ahli menggunakan metode tahlili, yang kemudian para ahli tafsir ini menemukan rumusan bahwa:

  • Ayat 100 sampai 101 menjelaskan identitas ke 2 orang putra Nabi Ibrahim AS
  • Ayat 102 sampai 111 menjelaskan kisah penyembelihan Nabi Ismail AS yang akan di laksanakan oleh Nabi Ibrahim AS
  • Ayat 112 sampai 113 memberikan penjelasan mengenai kelahiran Nabi Ishaq AS beserta keturunannya.
Ayat 100 dan 102 memiliki makna yang sangat jelas mengenai siapa yang akan di kurbankan oleh Nabi Ibrahim AS kendati penjelasan dalam dua ayat tersebut disampaikan secara tersirat. Tingginya sastra arab penyampaian seperti ini menjadi sangat lazim. Terlebih yang disampaikan itu berupa kalamullah sehingga inti dari setiap maknanya akan selalu beriringan dengan perkembangan zaman.

Pada ayat 100 ini Nabi Ibrahim AS memohon kepada Allah SWT agar dikarunia anak yang shaleh, sementara pada ayat 101 Allah SWT menganugerahkan anak yang sabar kepada Nabi Ibrahim AS. Jadi pertanyaan yang terlintas selanjutnya adalah "siapakah anak yang shaleh dan siapakah anak yang sabar itu???"

Apabila kita mencermati bersama. Maka, di dalam Al-Qur’an hanya terdapat 3 nabi yang diberi gelar dengan sebutan“Asshabiriin” yaitu :

  1. Nabi Ismail
  2. Nabi Idris
  3. Nabi Dzulkifli

Ketiga orang nabi tersebut di jelasakan didalam QS Al-Anbiya : 85. Jadi ayat 101 di surat Ash-Shaff kemudian lebih diperjelas dengan ayat ini, bahwa yang dimaksud orang yang sabar adalah Nabi Ismail AS.

Kemudian Nabi yang mendapat sebutan dengan gelar Asshalihiin sendiri dijelaskan pada ayat 112 QS Ash-shaffat bahwa Nabi Ishaq AS lah yang mendapat gelar dengan sebutan Asshalihiin. Jadi, mengenai siapa yang di maksud dalam ayat 100 pun sudah sangat jelas.

Dengan memahami alasan-alasan diatas, diharapkan umat Islam bisa memberikan argumentasi yang jelas sehingga bisa menyelamatkan orang awam yang tidak memiliki kesempatan untuk belajar agama dengan fokus.

Tulisan Mengungkap Kebenaran Yang Hendak Disembelih Oleh Nabi Ibarahim AS ini hanya sebagian kecil dari ikhtiar yang dilakukan untuk membendung pengaruh-pengaruh pemikiran yang bisa mengganggu aqidah kita sebagai umat muslim yang harus berpegang pada sunnatullah dan sunnah RosulNya.

Semoga bermanfaat dan menjadi sumber keberkahan bagi penulis serta sumber kemanfaatan bagi saudara - saudara muslim yang kebetulan mampir dan membaca postingan aseprois.com ini. Wallahu a'lam bish showab.


Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Mengungkap Kebenaran Yang Hendak Disembelih Oleh Nabi Ibarahim AS"

Silahkan Berlangganan Via Email