Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makna maulid Nabi Muhammad saw

Makna maulid Nabi Muhammad saw - Dari tahun ke tahun maulid Nabi saw selalu di rayakan dalam nuansa dan corak yang beragam. Hal itu sebagai gambaran, bahwa kecintaan umat Islam kepada Nabinya masih sangat tinggi dan akan semakin tinggi. 

Dengan kecintaan itulah bibit-bibit harapan disemaikan, dan di antara harapan itu adalah bagaimana supaya umat Islam lebih cerdas dalam memaknai dan mewarnai kecintaan itu dengan amaliyah yang nyata di dalam kehidupan ini. 

Sehingga bisa mewarnai peradaban manusia di dunia ini dengan peradaban yang mulia.

Makna maulid nabi muhammad saw adalah mensyukuri ni'mat allah
Makna maulid Nabi adalah
mengisi kehidupan sehari-hari
dengan amaliyah yang positif

Makna dari peringatan maulid Nabi yang selalu di adakan setiap tahunnya adalah gambaran syukur dari hamba Allah SWT. atas di utusnya kang jeng Nabi Muhammad SAW. ke muka bumi ini. 

Sebagai mana telah di sampaikan langsung oleh Nabi sendiri bahwa Beliau SAW. di utus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak seluruh umat manusia. Salah satu dari kemuliaan itu adalah manusia menjadi kenal dengan tuhannya.


Peradaban manusia yang sebelumnya sangat primitif menjadi maju dengan berbagai perkembangan disetiap bidang kehidupan mulai dari sosial, budaya dan lain sebagainya. Semuanya tidak akan mungkin tumbuh kecuali karena Nabi SAW yang di utus yang menunjukan pintu gerbang dari setiap kemajuan itu.

Islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW. memang bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang dan menderang, suatu jalan yang akan menaikan martabat kemanusiaannya ke tingkat yang sangat tinggi. 

Hingga pada hari ini, manusia berhasil berada pada tingkat peradaban yang tinggi yang sering disebut sebagai peradaban modern. Toleransi, kesejahteraan, kemandirian, kedaulatan dalam menjalankan roda kehidupan serta berbagai hal lain dari nilai kemanusiaan yang telah berhasil di angkat oleh karena di utusnya Nabi Muhammad SAW.

Manusia mengenal Allah swt, karena diutusnya Nabi, mengenal Iman, mengenal Islam, mengenal akhlak yang terpuji dan tidak terpuji dan berbagai hal yang menyangkut adat budaya yang merupakan fitrah dan tanda dari keistimewaan manusia diatas makhluk yang lainnya. Semua berawal dari diutusnya kang jeng Nabi.

Disisi lainnya manusia menjadi paham dan mengerti akan ketaatan kepada Allah, mengerti mengapa harus taat kepada Rosul, mengerti taat kepada orang tua, mengerti mengapa harus taat kepada guru, mengerti mengapa harus taat kepada agama, mengerti mengapa harus taat kepada aturan negara dan mengerti kewajiban yang di emban dalam setatus sebagai khalifah di muka bumi. Semua itu karena di utusnya kang jeng Nabi.


Jadi, Majlis Maulid Nabi yang di adakan di manapun, memiliki makna yang sama yaitu bersyukur atas ni'mat Allah swt yang telah dianugerahkan kepada manusia, berupa di utusnya Nabi Muhammad saw kemuka bumi ini. 

Bahkan kegiatan untuk mengungkapkan rasa syukur ini tidak hanya di adakan setahun sekali, bisa setiap waktu dengan bersholawat, setiap bertemu dengan hari jum'at banyak masjid yang mebaca debaan, barzanjian dan berbagai kegiatan lain yang menunjukan rasa syukur atas di utusnya kang jeng Nabi.

Selain itu, dan tidak kalah pentingnya adalah ungkapan rasa syukur atas di utusnya kang jeng Nabi ini sangat penting di praktekkan kedalam kehidupan sehari-hari. 

Setiap tindakan dan kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari hendaklah didasari dengan mengambil teladan dari akhlak mulia yang di contohkan oleh Nabi saw. Baik yang berhubungan dengan individu, keluarga, sosial, kemasyarakatan bahkan cara berbangsa dan bernegara.

Dari dulu, kebodohan merupakan musuh utama dari kemanusiaan. Kebodohan tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, melainkan kebodohan dalam mengenal keberadaan diri sendiri didalam kehidupan ini. 

Seseorang tidak akan mungkin bisa mengenal Allah sebagai tuhan yang telah menciptakannya, bila dia tidak mengenal dirinya sendiri. Namun, diutusnya kang jeng Nabi telah menjadi petunjuk nyata bagi umat manusia sehingga bisa mengenal Allah swt. sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah.

Banyak sekali yang bisa di ungkap sebagai alasan mengapa maulid Nabi terus dirayakan oleh umatnya. Namun yang terpenting adalah bagai mana umat ini bisa memahami setiap nilai kehidupan yang diajarkan oleh kang jeng Nabi. 

Sehingga "rahmatan lill'alamiin" tidak hanya menjadi sekedar slogan saja, tetapi menjadi sesuatu yang memang di praktekan kedalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bertetangga hingga berbangsa dan bernegara.


Benar sekali, setiap kalimat takbir yang dikumandangkan itu tujuan utamanya adalah untuk mengingatkan umat pada kebesaran Allah dan memotivasi mereka untuk lebih dekat dan lebih bergantung kepada Allah swt. 

Mengingat kebesaran Allah, lebih dekat dan lebih bergantung kepada Allah swt. seharusnya berdampak pada kedamaian kehidupan, tidak hanya umat muslim melainkan untuk umat manusia seluruhnya. Itulah makna ideal dari rahmatan lil'alamin.

Memperingati maulid Nabi selain mencerminkan rasa syukur atas ni'mat yang diberikan Allah swt. juga untuk mengingatkan beban besar yang diamanatkan kepada umat muslim yang harus dibawa dan disebarkan ke seluruh penjuru kehidupan dan penjuru dunia yaitu "rahmatan lil'alamin".
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Makna maulid Nabi Muhammad saw"