Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa-doa yang dibaca ketika berwudlu

Wudlu merupakan tata cara untuk membersihkan sebagian anggota badan sebelum melaksanakan shalat dan bagian dari salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan shalat. Caranya memang hampir tidak berbeda dengan ketika melakukan bersih-bersih sebagiang anggota badan diluar wudlu, namun ini merupakan perbuatan yang dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah swt. Karena ini merupakan sebuah ketaatan maka ada doa-doa yang dibaca ketika wudlu.

KEWAJIBAN YANG HARUS DILAKUKAN DALAM BERWUDLU
Kewajiban-kewajiban dalam berwudlu disebut sebagai FARDLU WUDLU adalah perbuatan yang harus ada dan terlaksana ketika melakukan wudlu. Kewajiban-kewajiban itu meliputi: Niyat, Membasuh muka, Membasuh tangan hingga kedua sikutnya, mengusap bagian dari kepala, membasuh kedua kaki hingga kedua mata kakinya dan memastikan ketertiban dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban wudlu tersebut. Adapun membasuh telinga masuk pada hal yang sunnat dilakukan ketika berwudlu.

doa-doa yang dibaca ketika wudlu

Perbuatan yang sunnat dilakukan ketika wulu
Perbuatan sunnah adalah perbuatan yang dianjurkan dilakukan untuk memaksimalkan nilai dan kwalitas sebuah perbuatan tidak terkecuali wudlu. Dan hal yang merupakan bagian dari sunnat ketika berwudlu adalah; membasuh kedua telapak tangan, berkumur, membersihkan lubang hidung, membersihkan telinga, mengulang tiap perbuatan wudlu 3x.

Doa-doa yang diiringkan dengan gerakan wudlu memiliki tujuan untuk memaksimalkan kwalitan dari wudlu. berikut doa dan cara melakukannya;

1. Saat membasuh telapak tangan, berdoa:

اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا

Allâhumma ihfadh yadayya min ma’âshîka kullahâ
Artinya: “Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat kepadaMu.”
2. Saat berkumur, disunnatkan berdoa:

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

Allâhumma a’inni ‘alâ dzikrika wa syukrika, Allâhumma asqini min haudli nabiyyika shallallâhu ‘alaihi wa sallam ka’san lâ adzma’a ba’dahu Abadan
Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

3. Ketika membersihkan lubang hidung, pada saat menghirup air, dalam hati berdoa:

اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِك

Allâhumma Arihni Raaihatal jannah. Allâhumma lâ tahrimni râihata ni’amika wa jannatika
Artinya: “Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan Engkau halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatMu dan wanginya surga.”

Kemudian ketika mengeluarkan air dari lubang hidung, hendaklah berdoa dengan doa berikut:

اَلَّلهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوْءِ الدَّارِ

Allâhumma innî a’ûdzu bika min rawâihin nâr wa sû`i dâr
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung padaMu dari busuknya aroma neraka, dan dari buruknya tempat kembali.”

4. Ketika membasuh wajah pada basuhan kedua, hendaklah berdoa:

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

Allâhumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujûhun wa taswaddu wujûh
Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

5. Ketika membasuh tangan kanan, berdoa:

اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا

Allâhumma a’thinî kitâbi biyamîni, wa hâsibnî hisâban yasîran
Artinya: “Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”

Sedangkan saat membasuh tangan kiri, berdoa:

اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

Allâhumma laa tu’thini bi syimaali, wa laa min waraa`i dzahri

“Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.”

6. Ketika mengusap kepala, berdoa:

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك

Allâhumma harrim sya’ri wa basyari ‘ala an-nâri wa adzilni tahta ‘arsyika yauma lâ dzilla illa dzilluka.
Artinya: “Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu.”

7. Ketika mengusap telinga, berdoa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

Allâhumma ij’alni minalladzîna yastami’ûnal qaula fayattabi’ûna ahsanahu.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut.”

8. Ketika membasuh kaki kanan berdoa:

اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

Allâhumma ij’alhu sa’yan masykûran wa dzamban maghfûran wa ‘amalan mutaqabbalan. Allâhumma tsabbit qadami ‘ala shirâthi yauma tazila fîhi al-aqdâm.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”

Dan ketika membasuh kaki kiri berdoa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ

Allâhumma innî a’ûdzu bika an tanzila qadamî ‘anish-shirâthi yauma tanzilu fîhi aqdâmul munâfiqîn
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung padaMu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.”
Doa-doa diatas dilaksanakan mengiringi semua gerakan-gerakan sholat dan disesuaikan dengan setiap gerakannya bertujuan mengajarkan kita agar benar-benar menjiwai setiap amaliah yang kita lakukan sehingga memiliki kwalitas serta memberikan efek positip bagi pelakunya. Semoga bermanfaat.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Doa-doa yang dibaca ketika berwudlu"

Berlangganan via Email