Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ketika Peraturan Baru Di Pondok Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Diterapkan

Selanjutnya Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani melanjutkan ceramahnya menjelaskan hal yang terjadi ketika peraturan baru dipondok syekh Abdul Qodir al-Jailani diterapkan. Dan ternyata tidak diterima oleh sebahagian ulama di Bagdad pada waktu itu. Hal ini pula yang mendorong terjadinya demo oleh para ulama yang tidak setuju dengan  peraturan baru yang diterapkan. Demo yang terjadi adalah sebagai protes kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani yang mulai menerapkan peraturan baru yang telah dibuatnya. Kemudian yang menjadi dasar alasan para ulama ini dalam protesnya adalah karena tempat yang ada sudah sempit untuk para pelajar muslim, tetapi dalam aturan baru Syekh Abdul Qodir Al-Jailani membolehkan non muslim untuk belajar disana. Hal inilah yang tidak disetujui oleh sebagian ulama Bagdad pada waktu itu.

ketika peraturan baru dipondok syekh abdul qodir al jailani diterapkan

Berita mengenai protesnya para ulama Bagdad akhirnya sampai kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. Kemudian beliau mengadakan penelitian atas dasar alasan yang dipakai oleh para ulama yang memprotes aturan yang diterapkan oleh beliau itu. Kemudian Syekh Abdul Qodir Al-Jailani menanggapi protes itu dengan memberikan pernyataan bahwa yang dilakukannya adalah demi perkembangan lembaga yang telah diamanatkan kepadanya. Lalu kepada para ulama yang mengikuti aturannya beliau memberikan pengarahan untuk bersabar dan tetap melaksanakan aturan yang telah diberlakukannya.
Tunggu saja!, Dimasa yang akan datang orang-orang yang melakukan protes hari ini, mereka akan datang kembali padaku dengan  penuh penyesalan.
Kegiatan pembelajaran di pondok Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ini dibagi menjadi dua tahap atau dua sip. Dimana dari pagi sampai siang, dilaksanakan pendidikan dan pembelajaran keagamaan, mulai dari tauhid, fiqih, ilmu tafsir, akhlak dan lain-lain. Sementara pada waktu siang sampai sore dilaksanakan pembelajaran yang memuat semua ilmu umum, seperti fisika, biologi, matematika, kedokteran dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan karena yang belajar disana bukan hanya orang muslim. Tetapi orang non muslim pun banyak yang belajar disana. Tentu saja sangat dipahami bahwa orang non muslim yang belajar disana bukan untuk mempelajari ilmu agama Islam, tetapi untuk belajar ilmu pengetahuan modern.

Setelah sekian lama mengikuti pelajaran di pondok Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, dengan pertemuan yang intens murid-murid beliau yang non muslim akhirnya tertarik dengan akhlak Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. Mereka membandingkannya dengan akhlak guru mereka yang kristen, yahudi dan majusi, ternyata sangat jauh berbeda. Mereka melihat, akhlak Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ini lebih mirip dengan akhlak para Nabi yang mereka pelajari di agama mereka, seperti akhlak Nabi Isa AS, Musa AS dan lainnya. Sehingga mereka menyimpulkan bahwa, Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ini telah mengamalkan dengan sungguh-sungguh akhlak yang dicontohkan oleh para Nabi.

Dengan melihat fakta bawa Syekh Abdul Qodir Al-Jailani lebih memberikan perhatiannya kepada anak-anak yatim dan anak-anak dari fakir miskin, merupakan akhlak yang dimiliki oleh para Nabi. Seperti yang mereka pelajari dari kitab-kitab suci mereka (non muslim) bahwa para Nabi selalu mengutamakan yatim dan kaum dari kalangan faqir miskin. Selain fakta itu, Syekh Abdul Qodir Al-Jailani juga tidak mendapatkan upah dari mengajarnya dan ini sangat berbeda dari kalangan guru di agama mereka (non muslim) yang selalu menagih upah setelah melakukan pengajaran.

Dengan fakta-fakta ini, akhirnya banyak murid-murid yang non muslim datang kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dan menyatakan ketertarikannya untuk berpindah agama menjadi islam dan memohon kepada beliau untuk menuntun mereka kedalam agama Islam. Kemudian mereka pun bersyahadat dihadapan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dengan penuh kerelaan dan keteguhan.

Setelah banyaknya murid Syekh Abdul Qodir Al-Jailani yang non muslim akhirnya masuk Islam dan beritanya sampai kepada orang tua mereka. Akhirnya datanglah orang tua mereka dengan membawa keluarga dan kaumnya dan didampingi oleh para pemuka agama mereka baik dari nasrani, yahudi dan majusi untuk melakukan protes kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. Kemudian mereka mengancam akan menutup pondoknya, mengusirnya bahkan akan membunuhnya jika tetap membuat anak-anak mereka berpindah agama menjadi Islam.

Murid-murid non muslim yang sudah masuk islam sangat hawatir dengan kejadian ini dan meminta kepada guru mereka untuk segera menyelamatkan diri. Namun, Syekh Abdul Qodir Al-Jailani menjawab; bahwa yang bisa menyelamatkan dan mencelakakan hanyalah Allah SWT. jadi beliau tidak merasa takut dengan ancaman mereka, karena apa yang diperjuangkannya adalah kebenaran Allah swt. dan harus yakin bahwa yang bisa menolong itu hanya Allah semata.

Syekh Abdul Qodir Al-Jailani pun menanggapi aksi demo tersebut dengan menemui mereka. Beliau mendudukan mereka dengan anak-anak mereka yang telah masuk Islam. orang tua murid yang non muslim ini akhirnya menyaksikan sendiri bahwa anak mereka berpindah agama bukan karena paksaan dari beliau. Kemudian atas pertolongan Allah swt, justru orang tua dari murid-murid ini serta para pemuka agama mereka yang satu persatu meninggalkan kota Bagdad.

Setah kejadian itu ternyata banyak dari ulama Bagdad yang dahulu pernah melakukan protes atas kebijakan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ini datang kepada beliau untuk meminta maaf atas kekeliruan mereka yang telah salah memahami aturan dan kebijakan yang diterapkan di pondok Syekh Abdul Qodir Al-Jailani.

Dari cerita ini kita bisa belajar, bahwa toleransi adalah bagian penting yang harus dipegang teguh oleh seluruh umat muslim didunia. Toleransi adalah bagian dari elemen dakwah yang tidak boleh dinafikan. Karena dalam elemen ini, tidak hanya pendekatan hukum yang diterapkan dalam berdakwah, tetapi juga pendekatan lain yang menjadi penyangga utama untuk menumbuhkan hukum dalam kehidupan sosial masyarakat sebuah kaum dan bangsa yaitu pendekatan nilai-nilai luhur yang merupakan initi dari Islam itu sendiri.
Asep Rois
Asep Rois Memandang masa depan itu harus melibatkan kebaikan dalam prasangka. Kemudian melangkah dalam jalur proses dengan penuh keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Ketika Peraturan Baru Di Pondok Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Diterapkan"